BMKG Deteksi Dua Bibit Siklon Tropis di Dekat Indonesia, Picu Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah

Senin, 17 November 2025 - 09:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya dua bibit siklon tropis yang terpantau aktif di sekitar wilayah Indonesia. Kedua sistem cuaca tersebut, masing-masing diberi kode 97S dan 98S, meski berpotensi rendah berkembang menjadi siklon tropis dalam tiga hari ke depan, tetap dapat menimbulkan dampak cuaca ekstrem di berbagai daerah.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa hasil pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta menunjukkan pusat bibit siklon 97S berada di sekitar 11,8°LS dan 120,8°BT dengan kecepatan angin maksimum mencapai 25 knot (sekitar 46 km/jam) serta tekanan udara minimum 1009 hPa.

“Bibit 97S ini memang belum berkembang signifikan, tetapi dapat memberikan dampak tidak langsung berupa cuaca ekstrem dan peningkatan tinggi gelombang di perairan Indonesia,” ujar Guswanto dalam keterangannya, Sabtu (15/11/2025).

Akibatnya, potensi hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), sementara Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Selain itu, angin kencang juga berpotensi melanda NTT dan NTB, disertai gelombang laut setinggi 1,25–2,5 meter di Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTT.

Sementara itu, bibit siklon tropis 98S terpantau di Samudra Hindia barat daya Bengkulu pada koordinat sekitar 8,2°LS dan 101,4°BT. Bibit ini memiliki kecepatan angin maksimum 20 knot (37 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1007 hPa.

Sama seperti 97S, sistem 98S juga berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, dan Jawa Barat, serta angin kencang di kawasan pesisir selatan daerah-daerah tersebut.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi nelayan dan operator transportasi laut yang beraktivitas di perairan selatan Indonesia.

“Meski peluang peningkatan intensitas kedua bibit siklon ini masih rendah, masyarakat perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem. BMKG akan terus melakukan pemantauan dan memperbarui informasi jika ada perkembangan signifikan,” tegas Andri.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, siaga, dan memahami langkah-langkah keselamatan apabila terjadi cuaca ekstrem di wilayah masing-masing.

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Doraemon Pamit dari Layar Kaca: Akhir Sebuah Era, Awal Babak Baru Hiburan Anak Indonesia
Malaysia Terapkan Sanksi Berat bagi Pembuang Sampah Sembarangan, Termasuk WNA
BMKG Ingatkan Daerah Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan Awal 2026
Kasus Flu di AS Meningkat Tajam, Varian Baru Sebabkan Ketidaksesuaian Vaksin
BMKG: Tiga Sistem Siklon Kepung Indonesia, Potensi Cuaca Ekstrem Meningkat
Hari Anak Sedunia 2025: Saatnya Dengarkan Suara Anak, Wujudkan Dunia Ramah Anak
Wall Street Tertekan, Kekhawatiran Gelembung AI dan Ekonomi AS Picu Aksi Jual
Fenomena Rayakan Perceraian: Tasya Farasya Unggah Mini Cake, Psikolog Jelaskan Alasannya

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 09:07

Doraemon Pamit dari Layar Kaca: Akhir Sebuah Era, Awal Babak Baru Hiburan Anak Indonesia

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:36

Malaysia Terapkan Sanksi Berat bagi Pembuang Sampah Sembarangan, Termasuk WNA

Rabu, 31 Desember 2025 - 06:52

BMKG Ingatkan Daerah Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan Awal 2026

Rabu, 24 Desember 2025 - 14:25

Kasus Flu di AS Meningkat Tajam, Varian Baru Sebabkan Ketidaksesuaian Vaksin

Selasa, 16 Desember 2025 - 12:24

BMKG: Tiga Sistem Siklon Kepung Indonesia, Potensi Cuaca Ekstrem Meningkat

Berita Terbaru