BMKG: Tiga Sistem Siklon Kepung Indonesia, Potensi Cuaca Ekstrem Meningkat

Selasa, 16 Desember 2025 - 12:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya tiga sistem siklon tropis yang saat ini memengaruhi kondisi atmosfer di wilayah Indonesia. Fenomena tersebut berpotensi memicu cuaca ekstrem dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan hal itu saat memberikan laporan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Senin (15/12/2025).

“Saat ini terdapat tiga sistem siklon yang mengepung wilayah Indonesia,” ujar Faisal di hadapan Presiden.

Salah satu sistem yang menjadi perhatian utama adalah Siklon Bakung yang berkembang di wilayah barat daya Lampung. Meski pergerakannya cenderung menjauhi Indonesia, BMKG mencatat siklon tersebut mengalami peningkatan kekuatan dari kategori 1 menjadi kategori 2.

Menurut Faisal, tingkat bahaya tertinggi siklon tropis berada pada kategori 5. Namun, meskipun Siklon Bakung belum masuk kategori ekstrem, dampaknya tetap signifikan.

“Yang paling berbahaya adalah kategori 5. Sementara ini masih kategori rendah, namun karena awan konvektifnya sangat banyak dan posisinya terperangkap di antara Pulau Sumatra dan Semenanjung Malaysia, siklon ini diperkirakan bertahan selama dua hingga tiga hari,” jelasnya.

Kondisi tersebut berpotensi memicu curah hujan sangat tinggi dalam waktu singkat. BMKG memperkirakan akumulasi hujan yang biasanya terjadi selama satu hingga satu setengah bulan dapat turun hanya dalam satu hari, dan berulang selama beberapa hari.

“Ini yang membuat kondisi cuaca menjadi sangat ekstrem dan eskalasi bencananya berisiko besar,” tambah Faisal.

BMKG memastikan terus memantau perkembangan ketiga sistem siklon tersebut secara intensif. Informasi dan analisis terbaru juga telah disampaikan kepada Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menteri Sekretaris Negara, serta Sekretaris Kabinet sebagai bahan antisipasi dan mitigasi risiko bencana.

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Doraemon Pamit dari Layar Kaca: Akhir Sebuah Era, Awal Babak Baru Hiburan Anak Indonesia
Malaysia Terapkan Sanksi Berat bagi Pembuang Sampah Sembarangan, Termasuk WNA
BMKG Ingatkan Daerah Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan Awal 2026
Kasus Flu di AS Meningkat Tajam, Varian Baru Sebabkan Ketidaksesuaian Vaksin
Hari Anak Sedunia 2025: Saatnya Dengarkan Suara Anak, Wujudkan Dunia Ramah Anak
Wall Street Tertekan, Kekhawatiran Gelembung AI dan Ekonomi AS Picu Aksi Jual
BMKG Deteksi Dua Bibit Siklon Tropis di Dekat Indonesia, Picu Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah
Fenomena Rayakan Perceraian: Tasya Farasya Unggah Mini Cake, Psikolog Jelaskan Alasannya

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 09:07

Doraemon Pamit dari Layar Kaca: Akhir Sebuah Era, Awal Babak Baru Hiburan Anak Indonesia

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:36

Malaysia Terapkan Sanksi Berat bagi Pembuang Sampah Sembarangan, Termasuk WNA

Rabu, 31 Desember 2025 - 06:52

BMKG Ingatkan Daerah Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan Awal 2026

Rabu, 24 Desember 2025 - 14:25

Kasus Flu di AS Meningkat Tajam, Varian Baru Sebabkan Ketidaksesuaian Vaksin

Selasa, 16 Desember 2025 - 12:24

BMKG: Tiga Sistem Siklon Kepung Indonesia, Potensi Cuaca Ekstrem Meningkat

Berita Terbaru