Wall Street Tertekan, Kekhawatiran Gelembung AI dan Ekonomi AS Picu Aksi Jual

Rabu, 19 November 2025 - 09:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar saham Amerika Serikat melemah tajam pada perdagangan Selasa (18/11) waktu setempat, di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait potensi gelembung di sektor kecerdasan buatan (AI) serta kekuatan ekonomi AS secara keseluruhan.

Sentimen pasar yang rapuh membuat investor menahan diri menjelang rilis laporan keuangan penting dari Nvidia dan data ketenagakerjaan yang akan keluar akhir pekan ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok sekitar 1,1% atau hampir 500 poin, memperpanjang tren pelemahan selama empat hari berturut-turut. Sementara itu, S&P 500 terkoreksi sekitar 0,8%, dan Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi turun 1,2%.

Tekanan terbesar datang dari saham-saham teknologi, terutama Nvidia, yang sempat anjlok hingga 3% sebelum ditutup melemah 2,7%. Investor kini menunggu laporan keuangan perusahaan produsen chip tersebut pada Rabu, yang dianggap sebagai ujian bagi reli saham AI yang mendominasi pasar sepanjang tahun ini. Saham-saham raksasa lain seperti Amazon dan Microsoft juga turut terkoreksi masing-masing sebesar 4,3% dan 2,7%.

Kondisi pasar kripto pun tak kalah suram. Bitcoin sempat jatuh di bawah US$90.000 untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir, menghapus seluruh keuntungan yang dicapai sepanjang tahun ini.

Selain sektor teknologi, pelaku pasar juga mencermati data ekonomi utama yang dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve. Laporan ketenagakerjaan bulan September yang tertunda karena penutupan sebagian aktivitas pemerintahan AS akan dirilis Kamis ini. Ekspektasi terhadap penurunan suku bunga oleh The Fed pun mulai menurun, dengan peluang pelonggaran kini hanya sekitar 50%, jauh di bawah optimisme sebulan lalu.

Dari sisi korporasi, laporan dari ADP menunjukkan penurunan angka kehilangan pekerjaan di sektor swasta menjelang November. Namun, kinerja sektor ritel memberikan sinyal campuran. Home Depot memangkas proyeksi laba tahunannya setelah hasil pendapatannya tidak sesuai ekspektasi pasar, menekan sahamnya. Sementara itu, pelaku pasar kini menunggu laporan dari Walmart dan Target yang akan menjadi tolok ukur daya beli konsumen menjelang musim belanja akhir tahun.

Secara keseluruhan, kekhawatiran tentang gelembung AI dan prospek ekonomi yang melambat membuat investor memilih sikap hati-hati. Pasar tampaknya bersiap menghadapi potensi gejolak lebih lanjut jika hasil laporan Nvidia dan data tenaga kerja tidak sesuai harapan.

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Naik, Ini Rinciannya per 22 Januari 2026
Rupiah Melemah Tembus Rp16.995 per Dolar AS, Ini Cara Sederhana Masyarakat Bantu Perkuat Nilai Tukar
Doraemon Pamit dari Layar Kaca: Akhir Sebuah Era, Awal Babak Baru Hiburan Anak Indonesia
Malaysia Terapkan Sanksi Berat bagi Pembuang Sampah Sembarangan, Termasuk WNA
Belum Pasti, BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Masih Ditunggu Para Pekerja
BMKG Ingatkan Daerah Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan Awal 2026
Pemerintah Kucurkan Rp110 Triliun untuk Bansos 2025, Fokus pada Ketepatan Sasaran dan Pembersihan Data Penerima
Kasus Flu di AS Meningkat Tajam, Varian Baru Sebabkan Ketidaksesuaian Vaksin

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:01

Harga Emas Perhiasan Naik, Ini Rinciannya per 22 Januari 2026

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:53

Rupiah Melemah Tembus Rp16.995 per Dolar AS, Ini Cara Sederhana Masyarakat Bantu Perkuat Nilai Tukar

Kamis, 8 Januari 2026 - 09:07

Doraemon Pamit dari Layar Kaca: Akhir Sebuah Era, Awal Babak Baru Hiburan Anak Indonesia

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:36

Malaysia Terapkan Sanksi Berat bagi Pembuang Sampah Sembarangan, Termasuk WNA

Jumat, 2 Januari 2026 - 09:30

Belum Pasti, BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Masih Ditunggu Para Pekerja

Berita Terbaru