JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah. Pada Senin (19/1), rupiah tercatat menyentuh level terendahnya di angka Rp16.995 per dolar AS.
Mengutip laporan Jawa Pos, pelemahan rupiah kali ini dipicu oleh sejumlah faktor eksternal maupun internal.
Tiga penyebab utama di antaranya ialah meningkatnya ketegangan geopolitik global, kebijakan suku bunga tinggi yang diterapkan bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve), serta kekhawatiran terhadap kondisi fiskal di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dampak pelemahan rupiah langsung dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Kenaikan harga barang impor menjadi salah satu efek paling nyata.
Biaya produksi pun ikut meningkat, sehingga harga barang di pasaran naik dan daya beli masyarakat tertekan.
Bila kondisi ini terus berlanjut, pengeluaran rumah tangga berisiko meningkat dan dapat memicu inflasi yang berimbas pada penurunan kualitas hidup.
Meski situasi makroekonomi ini tampak rumit, masyarakat sebenarnya bisa berperan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Berdasarkan rangkuman dari laman manajemen.feb.ummetro.ac.id dan axa-mandiri.co.id, ada sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu memperkuat rupiah.
Langkah pertama, utamakan membeli produk dalam negeri. Dengan memilih barang buatan lokal, ketergantungan terhadap produk impor dapat ditekan, sehingga permintaan terhadap dolar juga berkurang.
Kedua, tunda pembelian barang impor, terutama ketika nilai dolar sedang tinggi. Transaksi impor biasanya menggunakan mata uang asing, sehingga meningkatnya permintaan terhadap dolar bisa memperlemah posisi rupiah.
Ketiga, menahan rencana bepergian ke luar negeri. Sebagai gantinya, masyarakat bisa memilih berlibur di destinasi wisata dalam negeri.
Selain membantu pelaku usaha pariwisata lokal, langkah ini juga meningkatkan penerimaan devisa negara yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kekuatan rupiah.
Terakhir, hindari menimbun dolar. Ketika masyarakat berbondong-bondong membeli dan menyimpan dolar dengan harapan nilainya terus naik, permintaan terhadap dolar otomatis meningkat.
Kondisi tersebut justru memperparah tekanan terhadap rupiah dan memperlemah posisinya di pasar valuta asing.
Menjaga kestabilan nilai tukar rupiah bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan pelaku ekonomi besar, tetapi juga dapat dimulai dari tindakan kecil masyarakat sehari-hari.
Dengan membiasakan diri mencintai produk lokal dan bijak dalam bertransaksi, kontribusi sederhana ini bisa menjadi langkah nyata memperkuat rupiah.
Penulis : IB









