Kasus Flu di AS Meningkat Tajam, Varian Baru Sebabkan Ketidaksesuaian Vaksin

Rabu, 24 Desember 2025 - 14:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INTAINEWS.id – Washington — Angka kasus influenza di Amerika Serikat terus menanjak menurut laporan terbaru Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Kota New York menjadi salah satu wilayah dengan tingkat aktivitas penyakit mirip flu (flu-like illness) tertinggi di seluruh negeri.

Beberapa negara bagian lain seperti Alabama, Colorado, Connecticut, Hawaii, Louisiana, Maryland, Minnesota, New Hampshire, New Jersey, Ohio, Rhode Island, dan Texas juga melaporkan peningkatan aktivitas penyakit pernapasan pada kategori sedang.

Sementara itu, sebagian besar negara bagian lainnya masih berada pada level rendah hingga sangat rendah.

CDC memperkirakan, sejak awal musim flu tahun ini, sudah tercatat sedikitnya 4,6 juta kasus influenza di seluruh AS. Sekitar 49 ribu orang dilaporkan harus menjalani perawatan di rumah sakit, dan 1.900 jiwa meninggal dunia akibat komplikasi flu.

Varian Subclade K Mendominasi
Mayoritas kasus musim ini disebabkan oleh varian influenza tipe A (H3N2), khususnya subclade K. Dari lebih dari 900 sampel flu yang diperiksa oleh CDC, sekitar 90 persen tergolong virus tipe A (H3N2), dan hampir seluruhnya termasuk ke dalam subclade K.

Menurut laporan, mutasi yang terjadi pada varian tersebut menimbulkan mismatch atau ketidaksesuaian terhadap komposisi vaksin flu musim ini. Namun, para ahli tetap menegaskan bahwa vaksinasi flu masih menjadi langkah pencegahan paling efektif.

“Meski ada perbedaan antara varian yang beredar dan vaksin saat ini, mendapatkan vaksin flu tetap sangat penting,” ujar epidemiolog John Brownstein, dikutip dari ABC News.

Ia menambahkan, vaksin flu tetap mampu menurunkan risiko gejala berat, rawat inap, dan kematian, terutama di tengah meningkatnya aktivitas influenza.

Kematian Anak Meningkat
CDC juga melaporkan dua kematian anak akibat flu pada pekan ini, menambah total menjadi tiga kasus kematian anak selama musim flu tahun ini. Sebagai perbandingan, pada musim sebelumnya, tercatat 288 kematian anak akibat influenza—angka tertinggi sejak pandemi H1N1 tahun 2009, sekaligus tertinggi sejak CDC mewajibkan pelaporan kematian anak akibat flu pada 2004.

CDC mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga kebersihan, dan segera melakukan vaksinasi flu untuk mencegah risiko penularan dan komplikasi serius.

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Doraemon Pamit dari Layar Kaca: Akhir Sebuah Era, Awal Babak Baru Hiburan Anak Indonesia
Malaysia Terapkan Sanksi Berat bagi Pembuang Sampah Sembarangan, Termasuk WNA
BMKG Ingatkan Daerah Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan Awal 2026
BMKG: Tiga Sistem Siklon Kepung Indonesia, Potensi Cuaca Ekstrem Meningkat
Hari Anak Sedunia 2025: Saatnya Dengarkan Suara Anak, Wujudkan Dunia Ramah Anak
Wall Street Tertekan, Kekhawatiran Gelembung AI dan Ekonomi AS Picu Aksi Jual
BMKG Deteksi Dua Bibit Siklon Tropis di Dekat Indonesia, Picu Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah
Fenomena Rayakan Perceraian: Tasya Farasya Unggah Mini Cake, Psikolog Jelaskan Alasannya

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 09:07

Doraemon Pamit dari Layar Kaca: Akhir Sebuah Era, Awal Babak Baru Hiburan Anak Indonesia

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:36

Malaysia Terapkan Sanksi Berat bagi Pembuang Sampah Sembarangan, Termasuk WNA

Rabu, 31 Desember 2025 - 06:52

BMKG Ingatkan Daerah Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan Awal 2026

Rabu, 24 Desember 2025 - 14:25

Kasus Flu di AS Meningkat Tajam, Varian Baru Sebabkan Ketidaksesuaian Vaksin

Selasa, 16 Desember 2025 - 12:24

BMKG: Tiga Sistem Siklon Kepung Indonesia, Potensi Cuaca Ekstrem Meningkat

Berita Terbaru