30 Tahun Gempa Hanshin-Awaji: Mengenang Tragedi dan Pelajaran yang Kian Memudar

Jumat, 17 Januari 2025 - 14:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBAL – Masyarakat Jepang memperingati 30 tahun tragedi Gempa Besar Hanshin-Awaji yang merenggut lebih dari 6.400 nyawa. Gempa bermagnitudo 7,3 mengguncang wilayah Kobe dan sekitarnya pada dini hari 17 Januari 1995, meninggalkan jejak kehancuran yang mendalam.

Ribuan lentera disusun di sebuah taman di Kobe membentuk angka 1-17 dan kata Jepang “yorisou”, yang berarti simpati. Tepat pukul 05.46 pagi, waktu terjadinya gempa, masyarakat mengheningkan cipta untuk mengenang para korban.

Seorang pria yang kehilangan ibu dan saudara perempuannya dalam bencana tersebut menyampaikan emosinya,

“Setiap kali saya melihat seseorang yang mirip dengan salah satu dari mereka, saya merasa itu mungkin dia. Saya telah hidup seperti ini selama 30 tahun.”ujar pria tersebut Jum’at (17/1/2025).

Lebih dari USD 100 miliar telah dihabiskan untuk pemulihan wilayah tersebut.

Proyek rekonstruksi besar-besaran akhirnya rampung pada Oktober 2024 dengan selesainya bangunan terakhir yang direncanakan.

Namun, tantangan baru muncul menjaga ingatan dan pelajaran dari bencana ini tetap hidup.

Survei NHK mengungkapkan bahwa lebih dari 60 persen responden yang mengalami gempa merasa kenangan dan pelajaran dari bencana tersebut mulai memudar.

Hal ini menjadi perhatian besar, terutama bagi generasi muda yang tidak langsung merasakan dampaknya.

Peringatan ini mengingatkan dunia akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Jepang, yang terletak di cincin api Pasifik, terus berinovasi dalam teknologi mitigasi bencana, tetapi warisan emosional dan sosial dari tragedi ini harus terus dijaga.

Gempa Hanshin-Awaji menjadi pengingat bahwa kekuatan alam dapat merenggut segalanya dalam sekejap, tetapi solidaritas dan harapan adalah fondasi untuk bangkit kembali.

Penulis : Vadlan L

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Naik, Ini Rinciannya per 22 Januari 2026
Rupiah Melemah Tembus Rp16.995 per Dolar AS, Ini Cara Sederhana Masyarakat Bantu Perkuat Nilai Tukar
Doraemon Pamit dari Layar Kaca: Akhir Sebuah Era, Awal Babak Baru Hiburan Anak Indonesia
Malaysia Terapkan Sanksi Berat bagi Pembuang Sampah Sembarangan, Termasuk WNA
Belum Pasti, BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Masih Ditunggu Para Pekerja
BMKG Ingatkan Daerah Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan Awal 2026
Pemerintah Kucurkan Rp110 Triliun untuk Bansos 2025, Fokus pada Ketepatan Sasaran dan Pembersihan Data Penerima
Kasus Flu di AS Meningkat Tajam, Varian Baru Sebabkan Ketidaksesuaian Vaksin

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:01

Harga Emas Perhiasan Naik, Ini Rinciannya per 22 Januari 2026

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:53

Rupiah Melemah Tembus Rp16.995 per Dolar AS, Ini Cara Sederhana Masyarakat Bantu Perkuat Nilai Tukar

Kamis, 8 Januari 2026 - 09:07

Doraemon Pamit dari Layar Kaca: Akhir Sebuah Era, Awal Babak Baru Hiburan Anak Indonesia

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:36

Malaysia Terapkan Sanksi Berat bagi Pembuang Sampah Sembarangan, Termasuk WNA

Jumat, 2 Januari 2026 - 09:30

Belum Pasti, BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Masih Ditunggu Para Pekerja

Berita Terbaru