Emas Meroket, Hampir Sentuh Level Psikologis $3.600 per Ounce

Minggu, 7 September 2025 - 08:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, – Harga emas dunia terus menanjak dan kini berada di jalur menuju rekor baru. Pada perdagangan Jumat malam, logam mulia itu diperdagangkan di kisaran $3.550 per troy ounce, hanya berjarak tipis dari level kunci $3.600 yang menjadi perhatian pelaku pasar.

Kenaikan ini tak lepas dari tekanan pada dolar AS dan meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera memangkas suku bunga dalam pertemuan terdekat.

Tekanan Teknikal dan Potensi Konsolidasi

Secara teknikal, pergerakan emas masih menunjukkan tren bullish. Grafik harian memperlihatkan harga bertahan di atas semua moving average, dengan SMA 20 kini menguat di sekitar $3.398.
Dalam jangka pendek, emas sempat terkoreksi dari area jenuh beli namun segera memantul dari level support dinamis di $3.522,80. Jika tekanan beli berlanjut, emas berpotensi menembus resistance $3.580 hingga $3.600.

Adapun level support utama berada di $3.546,70 – $3.534,45 – $3.522,80.

Sentimen Fundamental

Secara fundamental, pasar emas mendapatkan dorongan dari data ketenagakerjaan AS yang jauh di bawah ekspektasi. Laporan PHK Challenger mencatat 85.979 pemutusan kerja pada Agustus, meningkat 39% dari Juli. Selain itu, data ADP Employment Change hanya menunjukkan 54.000 tambahan tenaga kerja, jauh di bawah perkiraan 65.000. Klaim tunjangan pengangguran juga naik menjadi 237.000, mempertegas sinyal pelemahan sektor tenaga kerja.

Kondisi ini memperkuat argumen bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga, yang pada gilirannya mendorong harga emas naik.

Meski sempat tertahan oleh penguatan moderat dolar AS pasca rilis data PMI Jasa ISM yang lebih baik dari perkiraan, sentimen positif di pasar ekuitas membuat emas tetap kokoh di sekitar $3.550.

Fokus Pasar: Nonfarm Payrolls

Kini, perhatian investor global tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Agustus. Pasar memperkirakan penambahan sekitar 75.000 lapangan kerja, sedikit lebih tinggi dari 73.000 di bulan Juli. Tingkat pengangguran diproyeksikan meningkat ke 4,3% dari sebelumnya 4,2%.

Apabila data kembali lebih lemah dari perkiraan, peluang penurunan suku bunga The Fed semakin terbuka lebar – dan hal itu bisa menjadi katalis tambahan bagi reli emas menuju rekor baru di atas $3.600.

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Naik, Ini Rinciannya per 22 Januari 2026
Rupiah Melemah Tembus Rp16.995 per Dolar AS, Ini Cara Sederhana Masyarakat Bantu Perkuat Nilai Tukar
Doraemon Pamit dari Layar Kaca: Akhir Sebuah Era, Awal Babak Baru Hiburan Anak Indonesia
Malaysia Terapkan Sanksi Berat bagi Pembuang Sampah Sembarangan, Termasuk WNA
Belum Pasti, BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Masih Ditunggu Para Pekerja
BMKG Ingatkan Daerah Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan Awal 2026
Pemerintah Kucurkan Rp110 Triliun untuk Bansos 2025, Fokus pada Ketepatan Sasaran dan Pembersihan Data Penerima
Kasus Flu di AS Meningkat Tajam, Varian Baru Sebabkan Ketidaksesuaian Vaksin

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:01

Harga Emas Perhiasan Naik, Ini Rinciannya per 22 Januari 2026

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:53

Rupiah Melemah Tembus Rp16.995 per Dolar AS, Ini Cara Sederhana Masyarakat Bantu Perkuat Nilai Tukar

Kamis, 8 Januari 2026 - 09:07

Doraemon Pamit dari Layar Kaca: Akhir Sebuah Era, Awal Babak Baru Hiburan Anak Indonesia

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:36

Malaysia Terapkan Sanksi Berat bagi Pembuang Sampah Sembarangan, Termasuk WNA

Jumat, 2 Januari 2026 - 09:30

Belum Pasti, BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Masih Ditunggu Para Pekerja

Berita Terbaru