Warga Pertanyakan Pengawasan Syahbandar Usai Ledakan Kapal di Ketapang

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KALBAR, INTAINEWS.ID– Sebuah tragedi ledakan kapal bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) mengguncang perairan Sungai Pawan, kawasan Sukabangun RT 11, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu malam, 2 Mei 2026 itu kini telah merenggut satu korban jiwa dan memicu sorotan luas masyarakat terhadap aktivitas pelayaran serta pengangkutan barang berbahaya di jalur perairan tersebut.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Ishak, pemilik kapal kayu yang meledak dan terbakar di tengah sungai.

Setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius hampir di sekujur tubuhnya, Ishak akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Kamis, 14 Mei 2026.

Ledakan hebat terjadi sekitar pukul 22.30 WIB saat kapal tengah berlayar di perairan Sungai Pawan.

Dentuman keras yang terdengar hingga ratusan meter itu sontak membuat warga di sekitar bantaran sungai panik dan berhamburan keluar rumah.

“Selama tinggal di sini belum pernah mendengar ledakan sedahsyat itu. Rumah sampai bergetar keras seolah-olah ada gempa,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya, Sabtu, (23/5/2026).

Tak hanya menimbulkan kepanikan, getaran akibat ledakan juga disebut menyebabkan kerusakan ringan pada sejumlah rumah warga di sekitar lokasi kejadian.

Kobaran api dengan cepat melalap seluruh badan kapal, sementara asap hitam pekat membumbung tinggi dan menciptakan suasana mencekam di kawasan perairan tersebut.

Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebut kapal itu mengangkut berbagai jenis BBM seperti Pertalite, Solar, dan Pertamax, serta membawa tabung oksigen berukuran besar dan sejumlah kebutuhan pokok.

Selain itu, muncul dugaan adanya muatan lain berupa bahan peledak yang diduga akan digunakan untuk aktivitas pertambangan di wilayah Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara.

Namun hingga kini, dugaan tersebut belum mendapatkan kepastian resmi dari pihak berwenang.

Peristiwa ini pun memunculkan sorotan terhadap aktivitas pelayaran menuju kawasan operasional PT KAN dan PT HARITA CMI di Pulau Penebang.

Masyarakat juga mempertanyakan pengawasan dari pihak Syahbandar yang memiliki kewenangan dalam pengawasan keselamatan pelayaran dan pengangkutan barang berbahaya.

Sesuai tugas dan fungsinya, Syahbandar bertanggung jawab memastikan legalitas dokumen kapal, daftar muatan, standar keselamatan pelayaran, hingga pengawasan terhadap barang berisiko tinggi sebelum kapal diberangkatkan.

Namun hingga saat ini belum ada penjelasan resmi terkait status hukum kapal, izin pengangkutan BBM, maupun dugaan aktivitas bongkar muat yang disebut telah berlangsung cukup lama di kawasan tersebut.

Tokoh masyarakat Ketapang, Ujang Yansyah, menilai tragedi ini harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak terkait agar pengawasan terhadap aktivitas pengangkutan barang berbahaya diperketat.

“Pihak Syahbandar harus bertindak tegas dan segera melakukan penertiban terhadap segala aktivitas yang melanggar aturan. Jangan sampai tragedi seperti ini terulang lagi hanya karena kelalaian atau tidak berjalannya sistem pengawasan dengan baik. Nyawa manusia tidak ternilai harganya,” tegasnya.

Selain Syahbandar, perhatian masyarakat juga tertuju pada proses penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian.

Hingga kini, baik Polres Ketapang maupun Polres Kayong Utara belum menyampaikan hasil penyelidikan secara rinci terkait penyebab pasti ledakan, status hukum muatan kapal, maupun kemungkinan adanya unsur pelanggaran hukum dalam insiden tersebut.

Masyarakat mendesak agar seluruh instansi terkait segera mengusut tuntas tragedi ini secara transparan.

Selain mengungkap penyebab pasti ledakan, warga juga berharap ada kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab serta langkah konkret untuk memperbaiki sistem pengawasan pelayaran demi mencegah kejadian serupa terulang kembali di perairan Kalimantan Barat.***

Penulis : Djery Peramita

Editor : NB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Terjadi Pengoplosan Beras Ilegal di Singkawang Selatan, Aktivitas Pengemasan Ulang Jadi Sorotan
Jenazah Pilot Helikopter PK-CFX Dijemput Keluarga
Sosok Marindra Wibowo: Pilot Senior dengan Jiwa Sosial Tinggi yang Gugur dalam Tugas
Pangdam XII/Tanjungpura Sambut Menko AHY, Tinjau Infrastruktur dan Hadiri Festival Cap Go Meh di Singkawang
Diduga Layani Pembelian Pertalite Gunakan Jeriken, SPBU di Singkawang Tengah Jadi Sorotan
Puluhan Siswa MAN Model Singkawang Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis, Pihak Penyalur Minta Maaf
Bawa 600 Gram Sabu, Pria 30 Tahun Diciduk Polisi di Bengkayang
Polres Mempawah Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional, Kapolres Ajak Anggota Perkuat Disiplin dan Loyalitas

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:21

Diduga Terjadi Pengoplosan Beras Ilegal di Singkawang Selatan, Aktivitas Pengemasan Ulang Jadi Sorotan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:20

Warga Pertanyakan Pengawasan Syahbandar Usai Ledakan Kapal di Ketapang

Sabtu, 18 April 2026 - 13:41

Jenazah Pilot Helikopter PK-CFX Dijemput Keluarga

Sabtu, 18 April 2026 - 13:31

Sosok Marindra Wibowo: Pilot Senior dengan Jiwa Sosial Tinggi yang Gugur dalam Tugas

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:00

Pangdam XII/Tanjungpura Sambut Menko AHY, Tinjau Infrastruktur dan Hadiri Festival Cap Go Meh di Singkawang

Berita Terbaru