Selebgram sekaligus beauty creator Tasya Farasya kembali mencuri perhatian publik. Setelah resmi bercerai dari Ahmad Assegaf, Tasya tampak merayakan status barunya dengan cara yang cukup unik: memamerkan tiga mini cake bertema “single life” di akun Instagram miliknya.
Dalam unggahan tersebut, tampak tiga kue mungil berwarna ungu dan kuning yang masing-masing dihias dengan tulisan yang menggambarkan babak baru dalam hidup Tasya. Salah satunya bertuliskan “Officially Unmarried”, sementara kue berwarna kuning berbentuk hati memamerkan kalimat “CERTIFIED INDEPENDENT WOMAN.” Pada kue ketiga, terlihat tulisan “from Mrs to Miss.”
Aksi Tasya ini langsung viral dan memicu perbincangan seputar tren “celebrating divorce” yang belakangan semakin marak, baik di Indonesia maupun di berbagai negara Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tren Global: Pesta Perceraian Semakin Populer
Fenomena merayakan perceraian sebenarnya bukan hal baru. Di negara-negara Barat, acara perayaan perceraian bahkan telah berkembang menjadi pesta besar layaknya bridal shower.
Data dari Evite, platform penyedia layanan undangan online, menunjukkan bahwa sejak 2024 terjadi peningkatan signifikan dalam pembuatan undangan pesta perceraian.
Olivia Pollock, analis data di Evite, menyebut tren ini menandai perubahan cara pandang masyarakat terhadap fase hidup yang sebelumnya dianggap penuh stigma.
“Ada pergeseran ke arah menjadikan fase transisi sebagai pengalaman yang menyenangkan,” ujar Pollock, dikutip dari CNBC.
Mayoritas penyelenggara pesta perceraian tercatat adalah perempuan, sebuah indikasi bahwa momen ini kerap dianggap sebagai simbol kebebasan, kemandirian, atau permulaan baru.
Tidak Hanya Perceraian, Momen Pribadi Lain Juga Diperingati
Evite juga mencatat kenaikan sekitar 5% acara perayaan untuk berbagai momen yang sebelumnya tidak lazim dirayakan. Di Amerika, orang membuat acara untuk menandai lunasnya utang, menjalani vasektomi, berhasil operasi payudara, hingga pencapaian-pencapaian pribadi lainnya.
Menurut Pollock, pola ini menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin terbuka merayakan perubahan hidup—baik suka maupun duka—sebagai bentuk kontrol dan penghargaan terhadap perjalanan diri.
Psikolog: Bentuk Pemulihan dan Self-Empowerment
Dari perspektif psikologi, merayakan perceraian dapat menjadi bagian dari proses pemulihan emosional. Banyak orang menggunakan simbol atau perayaan kecil untuk menegaskan bahwa mereka telah melewati masa sulit dan siap menata hidup baru.
Perayaan tersebut juga dapat menjadi bentuk self-empowerment, terutama bagi mereka yang merasa bebas dari hubungan tidak sehat atau stres berkepanjangan.
Penulis : IB











