ARAH Adukan Ribka Tjiptaning ke Bareskrim soal Ucapan Terkait Soeharto

Kamis, 13 November 2025 - 11:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, menuai polemik setelah dirinya mengkritik pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto. Atas pernyataan tersebut, Aliansi Rakyat Anti Hoaks (ARAH) resmi melaporkannya ke Bareskrim Polri.

Koordinator ARAH, Iqbal, menyebut laporan itu diajukan karena pernyataan Ribka dianggap berpotensi menimbulkan kebingungan publik dan mengandung unsur kebencian.

“Kami datang untuk melaporkan pernyataan salah satu politisi PDIP, Ibu Ribka Tjiptaning, yang menyebut Pak Soeharto sebagai pembunuh jutaan rakyat. Menurut kami, ini merupakan bentuk informasi yang bisa menyesatkan masyarakat,” ujar Iqbal di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/11/2025).

Ia menambahkan, pihaknya telah menyerahkan sejumlah video dan bukti pendukung sebagai bagian dari aduan tersebut.

“Ucapan itu bisa dikategorikan sebagai ujaran kebencian dan berita bohong. Jika dibiarkan, bisa menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pemerintah baru saja menetapkan Soeharto sebagai pahlawan nasional dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11), bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 2025.

Sebelumnya, Ribka Tjiptaning secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap rencana pemberian gelar tersebut. Dalam keterangannya kepada wartawan di Sekolah Partai PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Selasa (28/10), Ribka mengatakan bahwa ia menilai Soeharto tidak layak disebut pahlawan.

“Kalau pribadi, saya menolak keras. Apa hebatnya Soeharto sebagai pahlawan, sementara dia membunuh jutaan rakyat Indonesia,” ujar Ribka kala itu.

Politisi senior PDIP itu juga menyinggung soal pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dinilainya belum pernah diluruskan.

“Pelanggar HAM, membunuh jutaan rakyat, dan belum ada pelurusan sejarah. Jadi menurut saya tidak pantas diberi gelar pahlawan nasional,” tegas Ribka.

 

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puluhan Kendaraan Terjaring Operasi Keselamatan Samrat 2026 di Kotamobagu
Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Diperiksa 1×24 Jam di Polres Kudus
KPK Tangkap Lima Orang dalam OTT Suap Proyek di Lampung Tengah, Uang Tunai dan Emas Disita
Kasat Reskrim Polres Simalungun Ungkap Sindikat Pencuri Tabung Gas: 4 Pelaku Diringkus, 112 Tabung Diamankan
Anak 10 Tahun Ditemukan Tewas Tertimbun di Pantai Desa Tombulang Pantai
Dosen Perempuan Ditemukan Tewas di Kostel Semarang, Keluarga Desak Otopsi
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Terjaring OTT KPK, Kekayaan Capai Rp6,3 Miliar
11 Siswa SMA 72 Jakarta Alami Gangguan Penglihatan dan Pendengaran Akibat Ledakan

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:06

Puluhan Kendaraan Terjaring Operasi Keselamatan Samrat 2026 di Kotamobagu

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:18

Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Diperiksa 1×24 Jam di Polres Kudus

Kamis, 11 Desember 2025 - 15:03

KPK Tangkap Lima Orang dalam OTT Suap Proyek di Lampung Tengah, Uang Tunai dan Emas Disita

Rabu, 3 Desember 2025 - 19:19

Kasat Reskrim Polres Simalungun Ungkap Sindikat Pencuri Tabung Gas: 4 Pelaku Diringkus, 112 Tabung Diamankan

Minggu, 23 November 2025 - 12:12

Anak 10 Tahun Ditemukan Tewas Tertimbun di Pantai Desa Tombulang Pantai

Berita Terbaru

Kalimantan

Jenazah Pilot Helikopter PK-CFX Dijemput Keluarga

Sabtu, 18 Apr 2026 - 13:41

Kotamobagu

Walikota Cup Usia Dini 2026 Resmi Di Buka

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:35