Global — Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, pusat komando militer Amerika Serikat di Timur Tengah, kembali beroperasi secara normal meski sempat menjadi target serangan rudal Iran pada Senin (23/6).
Menurut pejabat setempat, Iran meluncurkan sedikitnya 14 rudal balistik ke arah pangkalan Al-Udeid sebagai bentuk pembalasan atas serangan AS ke fasilitas nuklir mereka.
Namun, berkat sistem pertahanan anti-rudal Patriot dan THAAD, hampir seluruh proyektil berhasil diintersep di udara dan tidak menimbulkan kerusakan berarti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan signifikan di pangkalan. Operasional tetap berjalan seperti biasa,” ujar juru bicara Komando Pusat AS, Kolonel David Miller.
Ia menambahkan bahwa para personel dalam kondisi aman dan semua misi rutin tetap dilaksanakan sesuai jadwal.
Pemerintah Qatar sebelumnya sempat menutup sementara ruang udara di sekitar pangkalan Al-Udeid sebagai upaya preventif. Namun, pembatasan itu sudah dicabut pagi tadi dan penerbangan sipil kembali berlangsung normal.
Sejumlah sumber juga melaporkan bahwa Presiden Donald Trump menyebut serangan Iran “sangat lemah,” dan berterima kasih kepada Qatar dan sekutunya atas kesiapan mereka menghadapi eskalasi konflik.
Pangkalan Al-Udeid sendiri tetap dalam status siaga tinggi dan memperkuat koordinasi keamanan dengan negara-negara sekutu untuk mengantisipasi potensi eskalasi lebih lanjut.
Penulis : IB











