Global – Pasukan militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap tiga situs nuklir di Iran pada Sabtu malam waktu setempat.
Presiden Amerika Donald Trump menegaskan bahwa operasi militer ini bertujuan untuk mencegah konflik lebih besar antara Iran dan Israel.
Namun, langkah preventif ini langsung memicu kekhawatiran global soal potensi perang dunia ketiga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut pengamat hubungan internasional Universitas Padjadjaran, Rezasyah, serangan ini berakar pada ketegangan lama di Timur Tengah dan sejarah intervensi Amerika Serikat di kawasan tersebut. “AS kembali mengulangi polanya, yakni menyerang lebih dulu untuk menghindari ancaman di masa depan, seperti yang pernah terjadi di Irak dan Afghanistan,” kata Rezasyah, Minggu (22/6/2025).
Meski Washington berdalih ingin menciptakan perdamaian, banyak pihak menilai tindakan ini justru memperuncing situasi. Berdasarkan data International Atomic Energy Agency (IAEA), kemampuan nuklir Iran sejatinya belum sepenuhnya matang.
Namun, AS dan sekutunya, termasuk Israel, tetap memilih serangan preventif untuk menghancurkan fasilitas tersebut.
Dampaknya langsung terasa di dunia. Jumlah berita internasional tentang serangan ini meningkat tajam — dari 12 juta menjadi lebih dari 14 juta artikel hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Komunitas global pun bersiap menghadapi respons Iran, terutama terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika di Timur Tengah, seperti di Irak, Suriah, Kuwait, Qatar, Bahrain, UEA, dan Arab Saudi.
“Serangan ini membuat kawasan Timur Tengah dalam status siaga perang. Iran kemungkinan akan menyiapkan rudal balasan dan mengincar basis-basis militer AS,” tambah Rezasyah.
Ia juga menekankan bahwa ketegangan ini berpotensi meluas hingga kawasan Asia Tenggara, sebab banyak negara di kawasan itu menjalin perjanjian pertahanan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan Amerika Serikat.
Di Indonesia, para pengamat menilai pemerintah perlu memperkuat kewaspadaan dan segera berkoordinasi di tingkat ASEAN. “Indonesia harus segera mengirim delegasi ke Turki dan memimpin forum luar biasa ASEAN untuk meredakan ketegangan global,” ujar Rezasyah.
Dengan situasi internasional makin memanas dan ancaman perang dunia ketiga di depan mata, dunia kini hanya bisa menunggu langkah selanjutnya dari Iran dan respons negara-negara sekutunya.
Penulis : IB











