SIDOARJO, INTAINEWS.ID – Duka mendalam menyelimuti keluarga Capt. Marindra Wibowo, pilot helikopter PK-CFX yang meninggal dunia dalam kecelakaan di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Jenazah almarhum dijadwalkan tiba di rumah duka di Perum Grand Surya, Buduran, Sidoarjo, Sabtu (18/4/2026) untuk dimakamkan di kawasan Juanda.
Pantauan pada Jumat (17/4/2026) sore, suasana duka begitu terasa di kediaman almarhum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebuah tenda besar berdiri di depan rumah, lengkap dengan deretan kursi plastik dan puluhan karangan bunga yang memenuhi area sekitar.
Ketua RT setempat, Mohamad Ichwan, mengatakan saat ini keluarga besar almarhum telah berada di rumah duka.
Sementara itu, istri dan anak-anak almarhum tengah berada di Pontianak untuk menjemput jenazah.
“Yang berada di rumah itu keluarganya. Orang tua dari Tuban, dan beberapa saudaranya. Sementara istri dan anaknya sedang di Pontianak,” ujarnya.
Ichwan mengenang sosok Marindra sebagai pribadi yang santun dan memiliki kepedulian sosial tinggi di lingkungan tempat tinggalnya. Bahkan, almarhum sempat menjadi penasehat dalam kepengurusan RT.
“Pak Marindra itu orangnya santun. Enak diajak berdiskusi, terutama soal keamanan. Jiwa sosialnya juga bagus,” katanya.
Hal senada disampaikan petugas keamanan di kompleks perumahan tersebut. Ia mengaku sangat kehilangan sosok Marindra yang dikenal ramah dan dermawan.
“Setiap lebaran beliau selalu memberi THR. Orangnya baik sekali. Terakhir bertemu saat lebaran kemarin sebelum kembali bertugas,” ungkapnya.
Diketahui, helikopter PK-CFX yang diterbangkan Capt. Marindra Wibowo lepas landas dari area perkebunan sawit PT Citra Mahkota di Menukung menuju Pontianak pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 08.34 WIB.
Penerbangan awal dilaporkan berjalan normal tanpa indikasi gangguan. Namun, sekitar lima menit setelah lepas landas, helikopter tersebut dilaporkan hilang kontak.
Sinyal darurat kemudian terdeteksi oleh sistem COSPAS-SARSAT pada pukul 13.09 UTC melalui satelit LEOSAR.
Beacon dengan frekuensi 406.0367 MHz mengindikasikan adanya kondisi darurat di udara.
Tim gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian sejak laporan hilang kontak diterima.
Proses pencarian sempat terkendala kondisi lapangan, namun akhirnya seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.
Seluruh penumpang dan kru dalam helikopter tersebut dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga warga sekitar yang mengenal almarhum sebagai sosok yang berdedikasi, rendah hati, dan peduli terhadap lingkungan.***
Penulis : Djery Premita
Editor : NB











