PEMALANG, INTAINEWS.ID- Menjelang Hari Raya Idul Fitri, perajin anyaman bambu di Desa Cibuyur, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kebanjiran pesanan keranjang parcel Lebaran.
Permintaan mulai meningkat sejak awal bulan Ramadhan dan terus bertambah meski hari raya masih beberapa pekan lagi.
Desa yang dikenal dengan gelaran Festival Bambu Sumpring Nasional ini tampak semakin sibuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para perajin terlihat bekerja lebih lama untuk menyelesaikan pesanan aneka keranjang parcel dengan berbagai ukuran dan model.
Tidak hanya keranjang parcel yang laris manis, produk anyaman bambu lainnya seperti tempat buah dan tempat tisu juga banyak dipesan pelanggan.
Bahkan sejumlah kerajinan bernilai artistik seperti lampu dinding, tempat koran, hingga pincuk makan turut diminati.
Kepala Desa Cibuyur, Yoyok Kusnodo, mengatakan pesanan datang tidak hanya dari instansi di Kabupaten Pemalang, tetapi juga dari luar daerah hingga Jakarta.
“Alhamdulillah berkah Ramadhan, pengrajin anyaman bambu banjir orderan. Dari beberapa dinas saja hari ini ada 600 pesanan keranjang parcel Lebaran,” ujar Yoyok, Senin, (2/3/2026).
Ia mengungkapkan, total pesanan tahun ini meningkat signifikan hingga mencapai hampir 5.000 pieces.
Lonjakan tersebut membuat para perajin harus bekerja ekstra agar seluruh pesanan bisa selesai tepat waktu.
“Orderan hampir kurang lebih 5.000 pcs. Harga tergantung ukuran, mulai dari Rp6 ribu sampai Rp10 ribu,” jelasnya.
Selain dipasarkan di wilayah Pemalang, produk anyaman bambu dari Desa Cibuyur juga dikirim ke berbagai kota besar seperti Yogyakarta, Klaten, Surabaya, dan Kediri.
Permintaan yang terus meningkat ini dinilai menjadi angin segar bagi perekonomian warga setempat.
Yoyok berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih, termasuk pelatihan dan pendampingan bagi para perajin agar kualitas produk semakin meningkat dan mampu bersaing di pasar nasional.
“Harapan kami semoga ada perhatian dan pelatihan dari pemerintah buat pengrajin supaya hasilnya bisa bersaing secara nasional,” tutupnya.
Dengan meningkatnya permintaan menjelang Lebaran, anyaman bambu khas Cibuyur kembali membuktikan eksistensinya sebagai produk unggulan desa yang tak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga sarat kearifan lokal.***
Penulis : Ragil
Editor : NB











