Saham DEWA Menguat di Tengah Tekanan IHSG, Naik 10,26 Persen ke Rp 500 per Lembar

Kamis, 11 Desember 2025 - 12:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,  – Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melaju di zona hijau pada sesi pertama perdagangan hari Selasa (9/12/2025), meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru bergerak di area negatif.

Berdasarkan data RTI, hingga pukul 11.45 WIB, harga saham DEWA naik signifikan sebesar 10,26 persen ke level Rp 500 per saham. Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan yang dialami IHSG, yang pada penutupan sesi I melemah 0,39 persen ke posisi 8.675.

DEWA dibuka menguat 10 poin ke level Rp 468 per saham dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 458 per saham. Sepanjang sesi pertama, harga saham perusahaan kontraktor tambang ini sempat menyentuh level tertinggi Rp 510 dan terendah Rp 466 per saham.
Frekuensi transaksi tercatat 126.611 kali dengan volume perdagangan mencapai 26,24 juta saham dan total nilai transaksi sekitar Rp 1,3 triliun.

PT Darma Henwa Tbk merupakan perusahaan jasa pertambangan dan energi terintegrasi di bawah naungan Bakrie Group, dengan layanan mulai dari pembukaan lahan, pengupasan, pengangkutan batubara, hingga manajemen pelabuhan. Kantor pusatnya berlokasi di Jakarta.

Sebelumnya, para pemegang saham DEWA telah menyetujui rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai Rp 1,41 triliun. Persetujuan tersebut diperoleh dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 13 Februari 2025.

Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan melalui penerbitan 18,83 miliar saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp 50 per lembar. Penerbitan saham baru tersebut digunakan untuk mengonversi utang kepada tiga entitas, yaitu PT Madhani Talatah Nusantara (Rp 756,99 miliar), PT Andhesti Tungkas Pratama (Rp 358,92 miliar), dan PT Antareja Mahada Makmur (Rp 296,61 miliar).

Setelah pelaksanaan aksi korporasi tersebut, struktur kepemilikan saham DEWA menjadi:

  • PT Madhani Talatah Nusantara: 24,81%
  • PT Andhesti Tungkas Pratama: 11,76%
  • PT Antareja Mahada Makmur: 9,72%
  • Goldwave Capital Limited: 9,38%
  • Zurich Assets International Ltd: 6,18%
  • Publik: 38,15%

Direktur sekaligus Corporate Secretary DEWA, Ahmad Hilyadi, menjelaskan bahwa private placement ini merupakan strategi untuk memperkuat struktur keuangan dan menurunkan rasio utang terhadap ekuitas.

“Penyelesaian kewajiban melalui konversi utang akan memperbaiki permodalan perusahaan serta meningkatkan fleksibilitas keuangan,” ujarnya.

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Naik, Ini Rinciannya per 22 Januari 2026
Rupiah Melemah Tembus Rp16.995 per Dolar AS, Ini Cara Sederhana Masyarakat Bantu Perkuat Nilai Tukar
Belum Pasti, BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Masih Ditunggu Para Pekerja
Pemerintah Kucurkan Rp110 Triliun untuk Bansos 2025, Fokus pada Ketepatan Sasaran dan Pembersihan Data Penerima
Harga Emas Antam Naik ke Rp 2,50 Juta per Gram, Galeri24 Tembus Rp 2,52 Juta
Rupiah Melemah di Kurs Pajak 17–23 Desember 2025, Dolar AS Tembus Rp16.675
Harga Emas Terus Menguat Sepanjang Pekan, Antam dan Galeri24 Kompak Naik hingga Rp 54.000 per Gram
Daftar Cicilan KUR BRI 2025 dari Rp 1 Juta hingga Rp 100 Juta, Lengkap dengan Cara Daftarnya!

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:01

Harga Emas Perhiasan Naik, Ini Rinciannya per 22 Januari 2026

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:53

Rupiah Melemah Tembus Rp16.995 per Dolar AS, Ini Cara Sederhana Masyarakat Bantu Perkuat Nilai Tukar

Jumat, 2 Januari 2026 - 09:30

Belum Pasti, BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Masih Ditunggu Para Pekerja

Jumat, 26 Desember 2025 - 14:43

Pemerintah Kucurkan Rp110 Triliun untuk Bansos 2025, Fokus pada Ketepatan Sasaran dan Pembersihan Data Penerima

Selasa, 23 Desember 2025 - 10:29

Harga Emas Antam Naik ke Rp 2,50 Juta per Gram, Galeri24 Tembus Rp 2,52 Juta

Berita Terbaru