Pasar saham Amerika Serikat melemah tajam pada perdagangan Selasa (18/11) waktu setempat, di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait potensi gelembung di sektor kecerdasan buatan (AI) serta kekuatan ekonomi AS secara keseluruhan.
Sentimen pasar yang rapuh membuat investor menahan diri menjelang rilis laporan keuangan penting dari Nvidia dan data ketenagakerjaan yang akan keluar akhir pekan ini.
Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok sekitar 1,1% atau hampir 500 poin, memperpanjang tren pelemahan selama empat hari berturut-turut. Sementara itu, S&P 500 terkoreksi sekitar 0,8%, dan Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi turun 1,2%.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tekanan terbesar datang dari saham-saham teknologi, terutama Nvidia, yang sempat anjlok hingga 3% sebelum ditutup melemah 2,7%. Investor kini menunggu laporan keuangan perusahaan produsen chip tersebut pada Rabu, yang dianggap sebagai ujian bagi reli saham AI yang mendominasi pasar sepanjang tahun ini. Saham-saham raksasa lain seperti Amazon dan Microsoft juga turut terkoreksi masing-masing sebesar 4,3% dan 2,7%.
Kondisi pasar kripto pun tak kalah suram. Bitcoin sempat jatuh di bawah US$90.000 untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir, menghapus seluruh keuntungan yang dicapai sepanjang tahun ini.
Selain sektor teknologi, pelaku pasar juga mencermati data ekonomi utama yang dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve. Laporan ketenagakerjaan bulan September yang tertunda karena penutupan sebagian aktivitas pemerintahan AS akan dirilis Kamis ini. Ekspektasi terhadap penurunan suku bunga oleh The Fed pun mulai menurun, dengan peluang pelonggaran kini hanya sekitar 50%, jauh di bawah optimisme sebulan lalu.
Dari sisi korporasi, laporan dari ADP menunjukkan penurunan angka kehilangan pekerjaan di sektor swasta menjelang November. Namun, kinerja sektor ritel memberikan sinyal campuran. Home Depot memangkas proyeksi laba tahunannya setelah hasil pendapatannya tidak sesuai ekspektasi pasar, menekan sahamnya. Sementara itu, pelaku pasar kini menunggu laporan dari Walmart dan Target yang akan menjadi tolok ukur daya beli konsumen menjelang musim belanja akhir tahun.
Secara keseluruhan, kekhawatiran tentang gelembung AI dan prospek ekonomi yang melambat membuat investor memilih sikap hati-hati. Pasar tampaknya bersiap menghadapi potensi gejolak lebih lanjut jika hasil laporan Nvidia dan data tenaga kerja tidak sesuai harapan.
Penulis : IB











