SANGGAU— Setelah dua hari dilakukan pencarian intensif, warga Kecamatan Meliau yang berinisial AN Alian Anton akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Kapuas, wilayah Kecamatan Tayan Hilir, pada Rabu (26/11/2025) sekitar pukul 06.00 WIB.
Korban sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Senin (24/11/2025) saat berada di sebuah lanting atau jamban di tepian sungai. Warga yang melihat kejadian tersebut segera melaporkannya kepada pihak kepolisian, yang kemudian mengerahkan personel gabungan untuk melakukan pencarian.
Informasi penemuan jenazah Anton pertama kali diterima dari personel Polsek Tayan Hilir yang melihat sesosok tubuh mengapung di aliran sungai. Setelah dilakukan pemeriksaan, dipastikan bahwa jasad tersebut adalah Anton, warga yang hilang dari Kecamatan Meliau dua hari sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim gabungan dari Polsek Meliau, Basarnas Provinsi, BPBD Kabupaten Sanggau, Koramil Meliau, serta relawan dan warga setempat segera menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Tayan Hilir guna dilakukan pemeriksaan medis Visum et Repertum (VER) oleh dr. Agnes. Hasil pemeriksaan memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil VER menunjukkan kematian murni akibat tenggelam. Tidak ada indikasi tindak pidana,” jelas dr. Agnes.
Usai pemeriksaan, jenazah Anton dibawa kembali ke Kecamatan Meliau dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di TPU Abu Angat, Dusun Rambai, Desa Meliau Hulu.
Pihak keluarga menerima kabar duka tersebut dengan penuh keikhlasan dan menolak dilakukan autopsi lanjutan. Keputusan ini pun dihormati oleh pihak kepolisian dan petugas medis.
Kapolsek Meliau, AKP Supariyanto, SH, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban. Ia juga mengapresiasi kerja sama lintas instansi dalam operasi pencarian tersebut.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak — Polri, TNI, Basarnas, BPBD, serta masyarakat — yang telah bekerja sama hingga korban berhasil ditemukan,” ujar AKP Supariyanto.
Selama dua hari pencarian, tim melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran Sungai Kapuas, dibantu warga yang turut memberikan informasi dan memantau tepian sungai. Berkat sinergi dan kepedulian bersama, proses pencarian akhirnya membuahkan hasil.
Penulis : IB











