Purbalingga, – Grebeg Onje atau Kirab Budaya Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah kembali digelar sebagai upaya melestarikan budaya dan sejarah setempat.
Acara ini merupakan bagian dari komitmen masyarakat dan pemerintah desa untuk mempertahankan tradisi sekaligus mempromosikan wisata religi, mengingat di Desa Onje terdapat peninggalan bersejarah seperti Masjid Sayyid Kuning, pusat penyebaran Islam Aboge, dan Makam Adipati Onje sebagai cikal bakal Kabupaten Purbalingga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Onje, Mugi Ari Purnomo, menjelaskan bahwa Grebeg Onje diawali prosesi pengambilan Banyu Onje di salah satu tempat ibadah desa dan dilanjutkan ziarah ke makam Adipati Onje.
“Kegiatan ziarah kubur dan pengambilan Banyu Onje merupakan rangkaian kegiatan Grebeg Onje setelah pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan grebeg makanan jajanan pasar,” ujar Ari.
Ribuan warga dari empat dusun tumpah ruah hingga membentuk barisan sepanjang lima kilometer untuk mengarak pusaka tombak dan Banyu Onje keliling kampung. Yang membuat menarik, di sepanjang kirab turut dipamerkan jajanan pasar dan peralatan rumah tangga tradisional seperti cangkir, poci, hingga dandang, sebagai simbol kesederhanaan dan kearifan lokal.
Dian Nisa (19), mahasiswa Fisip Unsoed Purwokerto yang tengah melaksanakan tugas kampus di Desa Onje, mengapresiasi pelaksanaan acara ini.
“Grebeg Onje adalah bentuk pertahanan budaya dan kearifan lokal. Sangat bagus di era modern seperti sekarang, anak-anak muda di sini tetap percaya diri mengenakan kebaya dan kain lurik, seakan membawa kita ke masa Jawa masa lalu,” tuturnya.
Selain mempertahankan budaya dan sejarah, Grebeg Onje diharapkan menjadi ajang promosi wisata untuk menarik wisatawan, baik dari Purbalingga maupun luar kota, agar lebih banyak mengenal potensi Desa Onje.
Penulis : Ragil











