IntaiNews.com — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Kotamobagu, Kamal Babay, S.E, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kotamobagu, Dandim 1303/Bolaang Mongondow, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan pelatihan barista. Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam menyalurkan dan mendayagunakan zakat serta infak masyarakat melalui program pemberdayaan, Rabu (16/09/2029).
Kamal menjelaskan, BAZNAS Kota Kotamobagu memiliki sejumlah program, yakni Kotamobagu Sehat, Kotamobagu Cerdas, Kotamobagu Taqwa, Kotamobagu Peduli, dan Kotamobagu Sejahtera. Menurutnya, pelatihan barista yang dilaksanakan pada hari ini merupakan bagian dari Program Kotamobagu Sejahtera, dengan sumber pendanaan berasal dari zakat dan infak masyarakat yang dihimpun BAZNAS untuk kemudian disalurkan kembali dalam bentuk kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menegaskan, kepercayaan para muzaki merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui program yang tepat sasaran. “Tidak ada yang perlu BAZNAS bangga-banggakan sebagai lembaga, karena apa yang BAZNAS salurkan dalam bentuk pendistribusian bantuan dan pendayagunaan seperti pelatihan ini adalah amanah yang patut kami salurkan kembali,” ujar Kamal. Ia menambahkan, program pemberdayaan tersebut diharapkan dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di desa maupun kelurahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kamal berharap pelatihan barista dapat menjadi bekal keterampilan bagi anak-anak muda di Kotamobagu untuk membangun kemandirian dan mengembangkan peluang usaha. Ia juga berharap para peserta nantinya mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Kotamobagu melalui berbagai program pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sehingga keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif.
Menurut Kamal, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata penyaluran zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat melalui program pemberdayaan. “Kegiatan ini adalah bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah dari muzaki telah kami tunaikan dalam bentuk pelatihan barista ini. Insyaallah, dengan terselenggaranya kegiatan ini, akan menjadi amal jariyah bagi seluruh muzaki dan mustahik di Kotamobagu,” tuturnya.***











