IntaiNews.com – Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib angkat bicara mengenai sorotan terhadap dump truck berwarna kuning yang ditemukan saat inspeksi mendadak di SPBU 74.957.07 Pontodon, Kotamobagu Utara. Weny menegaskan dirinya tidak memiliki hubungan dengan kendaraan maupun pemilik dump truck tersebut dan menyerahkan pemeriksaan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
“Mobil kuning dan pemiliknya tidak ada hubungan dengan saya. Saya bekerja untuk kepentingan seluruh masyarakat. Penanganan dan kewenangan untuk memeriksa ada di pihak berwajib,” kata Weny. Ia juga menjelaskan bahwa sidak di SPBU Pontodon dilakukan untuk merespons kelangkaan BBM yang menyebabkan masyarakat harus mengantre panjang dan merupakan bagian dari kerja bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Weny meminta pihak yang mengaitkan kendaraan tersebut dengan dirinya menunjukkan dasar yang jelas. Ia mengatakan hubungan kekerabatan dengan masyarakat Pontodon tidak dapat dijadikan dasar untuk menghubungkan dirinya dengan kepemilikan maupun aktivitas kendaraan tertentu. “Semua di Pontodon itu torang satu keluarga dan namanya keluarga besar Pontodon. Seperti keluarga besar Bolaang Mongondow,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, tim Forkopimda yang dipimpin Weny melakukan sidak sekitar pukul 02.00 WITA, Selasa (08/09/2026), di SPBU Pontodon. Dalam kegiatan tersebut ditemukan dua dump truck, masing-masing berwarna merah dan kuning, serta sejumlah jeriken dan tandon. Kasi Humas Polres Kotamobagu AKP Joko Setiono menyebut polisi mengamankan dump truck merah bernomor polisi DB 8257 K karena ditemukan tandon berisi sekitar 500 liter solar. Sementara dump truck kuning tidak diamankan karena sopirnya tidak berada di lokasi dan jeriken yang dibawa dalam kondisi kosong.
Polres Kotamobagu juga menjelaskan bahwa kendaraan kuning bukan dilepas setelah diamankan, melainkan memang tidak pernah diamankan sejak awal. Saat tim gabungan meninggalkan lokasi sekitar pukul 04.30 WITA dan kembali sekitar pukul 06.00 WITA, kendaraan tersebut sudah tidak berada di tempat. Weny meminta publik memberikan ruang kepada aparat untuk melakukan pemeriksaan berdasarkan fakta dan bukti. “Kita semua harus memberikan kepercayaan kepada mereka untuk menanganinya,” katanya. Sementara dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi masih menjadi kewenangan Polres Kotamobagu untuk ditindaklanjuti.***











