IntaiNews.com – Pemerintah Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, memperkuat sistem mitigasi dan penanggulangan bencana melalui penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) dan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Tahun 2026–2030. Penyusunan kedua dokumen strategis tersebut dibahas dalam Diskusi Publik yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kotamobagu, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan dibuka Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Kotamobagu, Moh Agung Adati, yang mewakili Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib. Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan Agung Adati, ditegaskan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan efektif.
“Penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Tidak ada satu instansi pun yang sanggup bekerja sendiri saat berhadapan dengan bencana,” kata Weny. Ia juga meminta forum tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan data, pengalaman, masukan, serta solusi berdasarkan kondisi faktual di lapangan sehingga dokumen yang disusun dapat menjadi dasar kebijakan yang lebih tepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris BPBD Kotamobagu Andi Afandi Abasi menjelaskan, KRB 2026–2030 akan memuat kajian mengenai ancaman, kerentanan, kapasitas, dan tingkat risiko bencana di wilayah Kota Kotamobagu. Sementara RPB 2026–2030 akan menjadi pedoman bagi para pemangku kepentingan dalam melaksanakan penanggulangan bencana secara terpadu, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
Diskusi publik tersebut menghadirkan tenaga ahli serta unsur BPBD Provinsi Sulawesi Utara, termasuk Danny S. Repi. Peserta berasal dari unsur pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan, akademisi, Kodim 1303 Bolmong, Polres Kotamobagu, PMI, ESDM Wilayah III Sulawesi Utara, asosiasi UMKM, media massa, dan lembaga swadaya masyarakat bidang lingkungan hidup. Pelibatan berbagai pihak diharapkan memperkaya data dan perspektif sehingga strategi penanggulangan bencana tidak hanya berfokus pada respons saat bencana terjadi, tetapi juga memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan sejak dini.***











