IntaiNews.id, Nasional – Di tengah pesatnya perkembangan platform media sosial seperti Instagram, TikTok, hingga aplikasi live streaming berbasis video pendek, sebagian kaula muda ternyata masih setia menggunakan aplikasi lawas Camfrog.
Aplikasi yang berdiri sejak tahun 2003 ini dikenal sebagai platform video chat berbasis room yang memungkinkan pengguna dari berbagai negara berinteraksi secara langsung. Meski tergolong “jadul”, Camfrog tetap memiliki komunitas loyal, termasuk di Indonesia.
Fenomena ini terlihat dari masih aktifnya sejumlah room chat yang dihuni pengguna muda, yang menjadikan Camfrog bukan sekadar aplikasi komunikasi, tetapi juga ruang membangun relasi dan komunitas lintas daerah hingga internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu pengguna aktif asal Gorontalo, Raditya, mengungkapkan bahwa daya tarik Camfrog justru terletak pada nuansa komunitas yang lebih kuat dibanding platform modern saat ini.
“Di Camfrog itu terasa lebih dekat. Kita bukan sekadar scroll atau nonton, tapi benar-benar berinteraksi langsung dengan orang-orang. Ada rasa kebersamaan yang mungkin sulit ditemukan di media sosial sekarang,” ujar Raditya.
Ia juga menambahkan bahwa meski tampilan dan fitur Camfrog tidak semodern aplikasi kekinian, namun justru hal itu menjadi ciri khas tersendiri.
“Kalau soal fitur mungkin kalah, tapi soal kehangatan komunitas, Camfrog masih punya tempat. Banyak teman-teman yang sudah seperti keluarga sendiri,” tambahnya. (Buds)











