PEMALANG, INTAINEWS.ID- Fenomena bengkel becak kayuh di kabupaten Pemalang Jawa Tengah,semakin langka,hal ini merupakan cerminan nyata dari tergerusnya moda transportasi tradisional di tengah modernisasi perkotaan.
Keberadaan bengkel khusus becak, khususnya kayuh, saat ini sudah sangat jarang ditemukan, Sulitnya mencari penerus keahlian merakit atau memperbaiki becak gowes membuat keberadaan bengkel ini di ujung tanduk.
Becak tradisional semakin jarang digunakan,hal ini mulai terasa sejak adanya angkutan kota dan ojek motor online,Banyak warga beralih menggunakan jasa angkutan atau ojek online,yang lebih cepat dan hemat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gofur ( 75 ) Mungkin satu -satunya seorang mekanik becak yang masih bisa di jumpai di wilayah perkotaan Pemalang, Pria yang sudah menggeluti profesi puluhan tahun tersebut, mangkal di jalan veteran samping Bank BPD Jawa Tengah,
“Saya sudah buka bengkel Becak sekitar 50 tahunan, mengalami masa kejayaan becak sekitar tahun 70 -80 an,” ujarnya, pada Kamis ( 12/3 ).
Ia menambahkan, Banyak bengkel tradisional yang biasa menangani las dan perbaikan becak kayuh tutup, karena permintaan menurun drastis.
“Sekarang saya menangani perbaikan ringan saja, seperti rantai lepas atau kendor, nambal ban,atau perbaikan ringan bodi becak yang sudah tua,” ujarnya.
Kelangkaan ini menandai transisi dari tenaga manusia (dayung) ke tenaga mesin atau listrik,
Mengubah lanskap bengkel dari perbaikan becak tradisional,menjadi bengkel modifikasi becak wisata.***
Penulis : Ragil
Editor : NB











