Ratusan Nelayan Pemalang Terpaksa Menganggur Dampak Cuaca Ekstrim

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INTAINEWS.id, Pemalang– Dampak cuaca ekstrim berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan Laut Utara Jawa, dalam beberapa bulan, mengakibatkan ratusan nelayan di Pelabuhan Tanjungsari, Pemalang Jawa Tengah, tepaksa menganggur.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas perikanan di pelabuhan setempat dan terganggunya uang dapur para istri Nelayan,

“Sudah hampir 4 bulan suami saya menganggur tidak melaut karena dampak cuaca buruk,kami mengalami kesulitan pada uang belanja karena tidak ada pemasukan,saya sendiri tidak pernah dapat bantuan dari Pemerintah” kata Nur Hasanah,salah seorang istri dari Nelayan setempat saat di konfirmasi, Rabu ( 11/3 ).

Banyak kapal enggan melaut, hanya bersandar di dermaga Akibat pasokan ikan ke tempat pelelangan.

Pantauan di langsung di Pelabuhan Tanjungsari Pemalang, Nampak ratusan kapal nelayan tampak tidak beroperasi dan memilih bersandar.

Mayoritas nelayan menghentikan sementara aktivitas melaut karena kondisi cuaca yang dinilai tidak aman.

Selain berisiko terhadap keselamatan, cuaca ekstrem juga membuat hasil tangkapan dinilai tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan.

Hanya ada beberapa,Kapal nelayan yang mencoba peruntungan untuk berangkat melaut, Salah satunya adalah Zanu ( 35 ) , Dirinya mengaku sudah hampir 4 bulan tidak berangkat melaut,

“Hari ini kita coba persiapan untuk berangkat melaut, mudah – mudahan aman cuacanya dan lumayan hasil tangkapan ikannya,” tuturnya.

Cuaca buruk memaksa nelayan menghentikan aktivitas melaut, gelombang tinggi disertai angin kencang menjadi faktor utama yang menghambat nelayan untuk bekerja di tengah laut.

Terhentinya aktivitas melaut membuat sebagian besar nelayan terpaksa menganggur tanpa penghasilan tetap.

Selama menunggu cuaca membaik, aktivitas yang bisa dilakukan terbatas pada perbaikan kapal dan alat tangkap.

Sementara itu, nelayan yang tetap mencoba melaut hanya beroperasi di sekitar bibir pantai dengan hasil tangkapan yang sangat minim.***

Penulis : Ragil

Editor : NB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trotoar dan Bahu Jalan Taman Patih Sampun Dipenuhi Parkiran Motor, Warga Mengeluh
Koperasi Merah Putih Bojongbata Gelar RAT 2026, Siapkan Strategi Bangkitkan Ekonomi Desa
Satpol PP Pemalang Tertibkan PKL di Jalan Wahidin, 9 Gerobak Diamankan
Anggota DPR -RI Rizal Bawazier : Kader Partai Harus Bisa Jaga Nama Baik dan Hindari Konflik Internal – EksternalĀ 
Kerangka Manusia Tanpa Identitas Ditemukan di Lahan Tebu Pemalang
Mudik Nyentrik, Pria Asal Pemalang Ini Tempuh Perjalanan Pakai Kostum Predator
Bakar Sampah Ditinggal Pergi, Sebuah Rumah Beserta Traktor dan Sepeda Terbakar
Rutan Pemalang Terima Kunjungan Tim KPKNL Tegal

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 11:48

Trotoar dan Bahu Jalan Taman Patih Sampun Dipenuhi Parkiran Motor, Warga Mengeluh

Rabu, 8 April 2026 - 19:29

Koperasi Merah Putih Bojongbata Gelar RAT 2026, Siapkan Strategi Bangkitkan Ekonomi Desa

Rabu, 8 April 2026 - 19:22

Satpol PP Pemalang Tertibkan PKL di Jalan Wahidin, 9 Gerobak Diamankan

Sabtu, 4 April 2026 - 19:13

Anggota DPR -RI Rizal Bawazier : Kader Partai Harus Bisa Jaga Nama Baik dan Hindari Konflik Internal – EksternalĀ 

Senin, 30 Maret 2026 - 21:35

Kerangka Manusia Tanpa Identitas Ditemukan di Lahan Tebu Pemalang

Berita Terbaru

Kalimantan

Jenazah Pilot Helikopter PK-CFX Dijemput Keluarga

Sabtu, 18 Apr 2026 - 13:41

Kotamobagu

Walikota Cup Usia Dini 2026 Resmi Di Buka

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:35