Pengamat: Target APBN Tanpa Defisit Era Prabowo Dinilai Sulit Tercapai

Kamis, 4 Desember 2025 - 10:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tanpa defisit pada 2027–2028 diprediksi sulit terealisasi.

Pengamat ekonomi dan komoditas, Ibrahim Assuabi, menilai target tersebut terlalu ambisius di tengah laju belanja negara yang terus meningkat sementara penerimaan belum pulih sepenuhnya.

Menurut Ibrahim, dinamika fiskal saat ini menunjukkan ketidakseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran negara.

“Belanja pemerintah tumbuh jauh lebih cepat dibanding pemulihan pendapatan. Ruang fiskal semakin menyempit, dan itu membuat target APBN tanpa defisit menjadi sangat berat,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (26/11/2025).

Dalam pidato kenegaraan pada 15 Agustus 2025, Presiden Prabowo menargetkan defisit APBN 2026 sebesar 2,48 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun, arah kebijakan berubah beberapa bulan kemudian. Pada September, pemerintah menaikkan proyeksi defisit menjadi 2,68 persen, yang kemudian disetujui DPR dalam Undang-Undang APBN 2026.

Kenaikan defisit itu didorong oleh meningkatnya kebutuhan pembiayaan sejumlah program prioritas, seperti makan bergizi gratis bagi siswa dan penguatan koperasi desa Merah Putih.

“Jika defisit justru naik, maka mustahil mengejar target APBN nol defisit hanya dalam satu tahun,” tegas Ibrahim.

Ia menambahkan, persoalan mendasar bukan sekadar angka defisit, tetapi struktur penerimaan yang masih rapuh.

Rasio pajak terhadap PDB, yang menjadi indikator kemampuan negara mengumpulkan pendapatan, terus menurun sejak 2022 hingga 2024. Kondisi ini memperlihatkan bahwa penerimaan pajak belum cukup kuat menopang lonjakan belanja.

“Pemerintah kemungkinan besar akan kembali bergantung pada utang untuk menutup ruang fiskal. Ini bukan pilihan ideal, tapi menjadi satu-satunya cara menjaga keseimbangan anggaran,” jelasnya.

Meski defisit 2,68 persen masih berada di bawah ambang batas 3 persen sesuai Undang-Undang Keuangan Negara, Ibrahim menilai angka tersebut tidak otomatis menandakan kondisi fiskal yang sehat.

“Batas maksimal bukan berarti aman. Jika pendapatan lemah, defisit sekecil apa pun tetap menjadi beban di masa depan,” katanya.

Lebih lanjut, Ibrahim menyoroti respons pasar terhadap kebijakan defisit yang dinilai sangat sensitif. Nilai tukar Rupiah sempat melemah ke level Rp16.699 per Dolar AS sebelum akhirnya menguat 43 poin ke Rp16.656 pada penutupan perdagangan Selasa. Ia memperkirakan pergerakan Rupiah pada Rabu akan fluktuatif di kisaran Rp16.650–Rp16.700 per Dolar AS.

“Pasar masih akan merespons setiap sinyal kebijakan fiskal dengan hati-hati. Stabilitas mata uang bergantung pada sejauh mana pemerintah mampu meyakinkan publik bahwa pengelolaan anggaran tetap kredibel,” tutup Ibrahim.

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Naik, Ini Rinciannya per 22 Januari 2026
Rupiah Melemah Tembus Rp16.995 per Dolar AS, Ini Cara Sederhana Masyarakat Bantu Perkuat Nilai Tukar
Belum Pasti, BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Masih Ditunggu Para Pekerja
Pemerintah Kucurkan Rp110 Triliun untuk Bansos 2025, Fokus pada Ketepatan Sasaran dan Pembersihan Data Penerima
Harga Emas Antam Naik ke Rp 2,50 Juta per Gram, Galeri24 Tembus Rp 2,52 Juta
Rupiah Melemah di Kurs Pajak 17–23 Desember 2025, Dolar AS Tembus Rp16.675
Harga Emas Terus Menguat Sepanjang Pekan, Antam dan Galeri24 Kompak Naik hingga Rp 54.000 per Gram
Saham DEWA Menguat di Tengah Tekanan IHSG, Naik 10,26 Persen ke Rp 500 per Lembar

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:01

Harga Emas Perhiasan Naik, Ini Rinciannya per 22 Januari 2026

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:53

Rupiah Melemah Tembus Rp16.995 per Dolar AS, Ini Cara Sederhana Masyarakat Bantu Perkuat Nilai Tukar

Jumat, 2 Januari 2026 - 09:30

Belum Pasti, BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Masih Ditunggu Para Pekerja

Jumat, 26 Desember 2025 - 14:43

Pemerintah Kucurkan Rp110 Triliun untuk Bansos 2025, Fokus pada Ketepatan Sasaran dan Pembersihan Data Penerima

Selasa, 23 Desember 2025 - 10:29

Harga Emas Antam Naik ke Rp 2,50 Juta per Gram, Galeri24 Tembus Rp 2,52 Juta

Berita Terbaru

Kalimantan

Jenazah Pilot Helikopter PK-CFX Dijemput Keluarga

Sabtu, 18 Apr 2026 - 13:41

Kotamobagu

Walikota Cup Usia Dini 2026 Resmi Di Buka

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:35