IntaiNews.id KOTAMOBAGU — Perayaan Hari Raya Ketupat dan Kulipot yang digelar masyarakat di Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kora Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, berlangsung dengan penuh khidmat, semarak, dan sarat nilai kebersamaan. Tradisi yang dilaksanakan beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah ini menjadi bagian penting dari kearifan lokal yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat, Kamis (26/03/2026).
Perayaan tersebut tidak hanya menjadi ajang makan bersama, tetapi juga momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga. Masyarakat tampak antusias menyambut kegiatan ini dengan saling berkunjung dari rumah ke rumah, berbagi hidangan khas seperti ketupat dan kulipot, serta memperkuat hubungan sosial yang harmonis di tengah kehidupan bermasyarakat.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., bersama Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy V. Mangkat, S.H., M.H., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Kehadiran pemerintah daerah dalam perayaan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian tradisi lokal yang memiliki nilai budaya tinggi.
Dalam keterangannya, Wali Kota menyampaikan bahwa perayaan Hari Raya Ketupat dan Kulipot bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan juga simbol kuat dari nilai persatuan dan kebersamaan masyarakat.
“Tradisi ini mencerminkan semangat gotong royong, kekeluargaan, dan persaudaraan yang masih sangat kental di tengah masyarakat. Ini adalah aset sosial yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Wali Kota.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas budaya daerah di tengah arus modernisasi. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Kotamobagu berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan berbasis budaya yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Selain sebagai bentuk syukur setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan, perayaan ini juga menjadi sarana refleksi untuk mempererat hubungan antarindividu serta membangun kembali semangat persatuan setelah Hari Raya Idul Fitri.
Dengan mengusung semangat Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin, masyarakat Motoboi Kecil menjadikan perayaan ini sebagai ruang untuk saling memaafkan, memperkuat kebersamaan, serta menjaga keharmonisan dalam kehidupan sosial.
Perayaan Hari Raya Ketupat dan Kulipot di Kotamobagu ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk terus melestarikan tradisi lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional. Di tengah keberagaman bangsa, tradisi seperti ini menjadi perekat yang memperkuat persatuan dan kesatuan Indonesia.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, masyarakat diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan dengan lebih solid, harmonis, dan penuh rasa persaudaraan. (Buds)











