Home / NTT

Tour de NTT 2025: Perpaduan Olahraga dan Budaya, Flobamorata Tampil di Panggung Dunia

Kamis, 24 April 2025 - 08:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang – Nusa Tenggara Timur (NTT) bersiap mencetak sejarah baru lewat Tour de NTT 2025, sebuah gelaran internasional yang menggabungkan olahraga, budaya, dan pariwisata dalam satu perayaan megah.

Didorong oleh semangat memperkenalkan kekayaan Flobamorata (Flores, Sumba, Timor, dan Alor) ke mata dunia, event ini dipastikan menjadi magnet baru di kancah internasional.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menjadi inisiator utama gelaran ini. Ia menegaskan bahwa Tour de NTT bukan sekadar ajang balap sepeda. Lebih dari itu, ini adalah simbol kolaborasi dan pengakuan terhadap potensi luar biasa NTT.

“Tour de NTT adalah event yang menyatukan banyak elemen—olahraga, budaya, pariwisata, dan masyarakat. Ini momen untuk memperlihatkan kekayaan NTT yang luar biasa kepada dunia,” kata Melki saat menerima audiensi komunitas Patria NTT, Rabu (23/4/2025).

Event ini akan berlangsung selama 21 hari, melintasi seluruh kabupaten di NTT. Rutenya dirancang melintasi bentang alam ikonik: pantai biru yang menawan, perbukitan hijau nan eksotis, serta desa-desa adat yang menyimpan warisan sejarah.

Selain balap sepeda, akan ada pula kegiatan marathon dan touring yang menyatu dalam semangat kebersamaan.

Ketua Patria NTT, Barthol Badar, menyebut Tour de NTT sebagai lompatan besar dari event sebelumnya seperti Tour de Flores.

“Ini bukan hanya olahraga, ini tentang identitas dan semangat kolektif. Kita ingin dunia tahu bahwa NTT punya keunikan yang tak tertandingi,” tegasnya.

Tour de NTT turut menggandeng berbagai mitra strategis, di antaranya Kompas sebagai mitra pelaksana, Union Cycliste Internationale (UCI), serta Solusindo sebagai penyelenggara balap internasional. Pemerintah daerah pun bergerak penuh.

Sekretaris Daerah NTT, Kosmas Lana, menyoroti pentingnya keberlanjutan lingkungan. “Ini bukan hanya dorongan ekonomi, tapi juga momen refleksi untuk merawat tanah yang kita cintai,” ujarnya.

Selly dari DMO Flores, mewakili Solusindo, menyatakan optimismenya terhadap dampak positif event ini bagi pariwisata dan pembangunan infrastruktur lokal.

“NTT akan menjadi destinasi yang dicari, dan Tour de NTT menjadi pintu gerbangnya,” ujarnya.

Seluruh elemen pemerintahan—Bappeda, Dinas Pariwisata, hingga staf ahli Gubernur—turut menyatakan dukungan penuh demi kesuksesan acara ini.

NTT kini membuka diri seluas-luasnya kepada dunia. Lewat Tour de NTT 2025, Flobamorata bersiap tampil di panggung global, membawa semangat, keindahan, dan harapan dari Timur Indonesia.

Penulis : Johanes J. Bentah

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Liburan Tragis Pelatih Valencia CF di Labuan Bajo: Kapal Tenggelam, Empat Anggota Keluarga Hilang
Peserta Run Komodo 2025 Protes Usai Kemenangannya Dibatalkan Panitia
Wabup Yulianus Weng: Santri Harus Jadi Pelopor Moderasi dan Inovasi Digital
SK CPNS dan PPPK Diserahkan, Wabup Weng: Jaga Profesionalitas!
Warga Mata Wae Tolak Rencana Penjualan Lahan Bekas Proyek IFAD: Diduga Ada Kejanggalan Sertifikat
Wabup Manggarai Barat Buka Pelatihan Design Thinking bagi Pimpinan OPD
Wabup Yulianus Weng Buka Pelatihan dan Pendampingan Pengurus Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat
Pantauan PPL di Tiwu Nampar: Respons Cepat Tangani Keluhan Petani Jelang Panen Raya

Berita Terkait

Senin, 29 Desember 2025 - 09:12

Liburan Tragis Pelatih Valencia CF di Labuan Bajo: Kapal Tenggelam, Empat Anggota Keluarga Hilang

Sabtu, 22 November 2025 - 13:17

Peserta Run Komodo 2025 Protes Usai Kemenangannya Dibatalkan Panitia

Kamis, 23 Oktober 2025 - 16:10

Wabup Yulianus Weng: Santri Harus Jadi Pelopor Moderasi dan Inovasi Digital

Selasa, 21 Oktober 2025 - 21:44

SK CPNS dan PPPK Diserahkan, Wabup Weng: Jaga Profesionalitas!

Rabu, 15 Oktober 2025 - 12:07

Warga Mata Wae Tolak Rencana Penjualan Lahan Bekas Proyek IFAD: Diduga Ada Kejanggalan Sertifikat

Berita Terbaru