Home / NTT

Peserta Run Komodo 2025 Protes Usai Kemenangannya Dibatalkan Panitia

Sabtu, 22 November 2025 - 13:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, — Ajang Run Komodo 2025 yang digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, diwarnai polemik panas. Seorang peserta yang sebelumnya diumumkan sebagai pemenang kategori 10K tiba-tiba digugurkan oleh panitia tanpa penjelasan jelas, memicu gelombang protes dari peserta lain dan penonton.

Peserta bernama Muhamad Ali dengan nomor lomba M80056 mengaku kecewa berat atas keputusan sepihak panitia.

“Nama saya sudah diumumkan sebagai juara. Tiba-tiba satu jam kemudian panitia bilang hasilnya dibatalkan tanpa bukti yang jelas. Ini sangat merugikan dan tidak etis,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (22/11/2025).

Panitia berdalih pembatalan dilakukan karena adanya “ketidaksesuaian data”. Namun, mereka tidak menjelaskan secara rinci bentuk ketidaksesuaian tersebut. Hal ini menimbulkan dugaan ketidakprofesionalan dan kurangnya transparansi dalam proses penilaian lomba.

Sejumlah peserta lain juga menilai sejak awal penyelenggara tidak terbuka. Mereka menyebut panitia tidak menampilkan data waktu tempuh resmi, log checkpoint, maupun bukti sensor waktu, yang seharusnya menjadi standar dalam lomba lari profesional.

Salah satu peserta, Suratno, ikut melayangkan kritik keras.

“Sebagai event besar, standar penilaian harus jelas. Kalau keputusan berubah-ubah tanpa alasan kuat, itu menunjukkan panitia tidak profesional,” tegasnya.

Menanggapi sorotan publik, panitia hanya memberikan pernyataan singkat bahwa mereka tengah melakukan “verifikasi mendalam” dan hasil akhir akan diumumkan setelah evaluasi internal selesai. Namun, klarifikasi tersebut dianggap tidak cukup menjawab kebingungan dan kekecewaan para peserta.

Polemik ini kini menjadi sorotan nasional, mengingat Labuan Bajo tengah berupaya memperkuat citra sebagai destinasi wisata dan sport tourism unggulan. Banyak pihak khawatir, insiden ini dapat mencoreng nama Labuan Bajo, apalagi wilayah ini disebut-sebut sebagai kandidat tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun mendatang.

“Jangan sampai nama Labuan Bajo tercoreng dengan hal seperti ini. Event besar harus jadi ajang sportivitas, bukan sumber polemik,” ujar salah satu warga.

Kini publik menanti langkah tegas dari panitia Run Komodo 2025 untuk membuka data secara transparan, memulihkan kepercayaan peserta, dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Liburan Tragis Pelatih Valencia CF di Labuan Bajo: Kapal Tenggelam, Empat Anggota Keluarga Hilang
Wabup Yulianus Weng: Santri Harus Jadi Pelopor Moderasi dan Inovasi Digital
SK CPNS dan PPPK Diserahkan, Wabup Weng: Jaga Profesionalitas!
Warga Mata Wae Tolak Rencana Penjualan Lahan Bekas Proyek IFAD: Diduga Ada Kejanggalan Sertifikat
Wabup Manggarai Barat Buka Pelatihan Design Thinking bagi Pimpinan OPD
Wabup Yulianus Weng Buka Pelatihan dan Pendampingan Pengurus Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat
Pantauan PPL di Tiwu Nampar: Respons Cepat Tangani Keluhan Petani Jelang Panen Raya
Pengukuhan Perpanjangan Masa Jabatan 9 Kades dan 113 BPD di Kecamatan Komodo

Berita Terkait

Senin, 29 Desember 2025 - 09:12

Liburan Tragis Pelatih Valencia CF di Labuan Bajo: Kapal Tenggelam, Empat Anggota Keluarga Hilang

Sabtu, 22 November 2025 - 13:17

Peserta Run Komodo 2025 Protes Usai Kemenangannya Dibatalkan Panitia

Kamis, 23 Oktober 2025 - 16:10

Wabup Yulianus Weng: Santri Harus Jadi Pelopor Moderasi dan Inovasi Digital

Selasa, 21 Oktober 2025 - 21:44

SK CPNS dan PPPK Diserahkan, Wabup Weng: Jaga Profesionalitas!

Rabu, 15 Oktober 2025 - 12:07

Warga Mata Wae Tolak Rencana Penjualan Lahan Bekas Proyek IFAD: Diduga Ada Kejanggalan Sertifikat

Berita Terbaru