Ketua Investigasi KANNI Apresiasi Gerakan Penambang Ratatotok Bangun Infrastruktur Secara Swadaya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Investigasi KANNI, Chandra E. Damopolii, Apresiasi Gerakan Penambang Ratatotok Bangun Infrastruktur Secara Swadaya//Foto: Istimewa.

Ketua Investigasi KANNI, Chandra E. Damopolii, Apresiasi Gerakan Penambang Ratatotok Bangun Infrastruktur Secara Swadaya//Foto: Istimewa.

MITRA, INTAINEWS.ID – Semangat gotong royong ditunjukkan para penambang emas bersama warga dan tokoh masyarakat di Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara.

Mereka secara swadaya menggalang dana sekitar Rp1 miliar untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan lingkungan yang dinilai membutuhkan perhatian.

Gerakan tersebut mendapat apresiasi dari Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia (KANNI).

Ketua Investigasi KANNI, Chandra E. Damopolii, menyebut inisiatif yang diberi nama “Gerakan Penambang Bangun Kampung Ratatotok” itu sebagai bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap daerah tempat mereka tinggal.

Menurut Chandra, keterlibatan para penambang dalam pembangunan kampung menunjukkan bahwa aktivitas mereka tidak semata-mata berorientasi pada kepentingan ekonomi, tetapi juga disertai kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Ini bentuk kepedulian para penambang untuk membangun kampung. Mereka tidak hanya berbicara, tetapi mengambil bagian secara langsung,” ujar Chandra, Sabtu (22/8/2026).

Gerakan tersebut bermula dari sejumlah pertemuan informal antara para penambang, masyarakat, dan tokoh setempat.

Dari komunikasi itu kemudian muncul kesepakatan untuk menggalang dana secara swadaya yang diperuntukkan bagi perbaikan infrastruktur jalan di sejumlah titik permukiman.

Chandra menilai gerakan tersebut penting karena masih terdapat sejumlah jalan lingkungan di Ratatotok yang membutuhkan pembenahan.

Kondisi jalan yang berlubang dan rusak dinilai dapat menghambat mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

“Justru karena melihat kondisi di lapangan, muncul kesadaran untuk melakukan sesuatu. Ini gagasan yang positif dan patut diapresiasi,” katanya.

Dana yang berhasil dihimpun dalam gerakan tersebut diinformasikan mencapai sekitar Rp1 miliar.

Anggaran itu sebagian besar dialokasikan untuk pengerjaan jalan dengan metode hot mix maupun perbaikan atau patching di sejumlah lokasi.

Beberapa titik yang masuk dalam rencana pengerjaan meliputi akses Jalan Lakban, Simpang Tiga Lakban, Lorong Ci Mei, akses menuju SD Inpres, kawasan depan Lapangan Narato, Lapangan Narato Tengah, Simpang Tiga Perkuburan, hingga Simpang Tiga Penjual Daging.

Pelaksanaan gerakan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan stakeholder. Camat dan Kapolsek turut memberikan dukungan, sementara tokoh masyarakat Tonny Lasut dipercaya sebagai pengarah.

Tim kerja dipimpin Valdy Suak, dengan anggota Steven Mamahit, Zainal Supit, Makrun Lailamu, Allen Tarore, dan Billy Tiwow.

Bidang perencanaan dan penganggaran dikoordinasikan Deddy Rundengan, sedangkan Erwin Tumbel bertugas sebagai bendahara.

Koordinator teknis dipercayakan kepada Maspikun, sementara bidang pengawasan ditangani Imaludin Kadi. Untuk bidang informasi, koordinasi dilakukan Billy Lumintang bersama Ahmad Katili dan Tivay Nasaru.

Bagi Chandra, gerakan tersebut dapat menjadi contoh bahwa pembangunan lingkungan tidak selalu harus menunggu program dari pemerintah, tetapi juga dapat dimulai dari kepedulian masyarakat.

Kolaborasi antara warga, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan pemerintah di tingkat lokal, kata dia, dapat mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur yang secara langsung dirasakan masyarakat.

“Semoga momentum ini menjadi awal gerakan yang lebih besar. Apa yang dilakukan para penambang Ratatotok bisa menjadi contoh bahwa membangun kampung adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Chandra.***

Penulis : NB

Editor : NB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Audiensi dengan Menteri ATR/BPN, Bupati Sirajudin Dorong Percepatan RDTR dan Hilirisasi Pertanian Boltara
Tolak Alat Berat, Warga Tutup Akses Tambang Emas di Popayato Barat
Excavator Beroperasi, Penambang Tradisional Desa Persatuan Protes ‎
Sidang Paripurna HUT ke-19 Boltara, Bupati Sirajudin Tekankan Semangat SIAP untuk Pembangunan Berkelanjutan
Jelang Idul Adha 1447 H, Bupati Boltara Terima Prosesi Adat Mopohabaru
19 Tahun Bolaang Mongondow Utara: Menjaga Harapan, Merawat Persaudaraan
Dua Lurah di Kota Gorontalo Kompak Turun Lapangan Tangani Pohon Tumbang ‎
Ketua GP Ansor Sulut: Kunjungan Menhan Tegaskan Posisi Strategis Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:27

Ketua Investigasi KANNI Apresiasi Gerakan Penambang Ratatotok Bangun Infrastruktur Secara Swadaya

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:44

Audiensi dengan Menteri ATR/BPN, Bupati Sirajudin Dorong Percepatan RDTR dan Hilirisasi Pertanian Boltara

Selasa, 2 Juni 2026 - 00:07

Tolak Alat Berat, Warga Tutup Akses Tambang Emas di Popayato Barat

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:02

Excavator Beroperasi, Penambang Tradisional Desa Persatuan Protes ‎

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:31

Sidang Paripurna HUT ke-19 Boltara, Bupati Sirajudin Tekankan Semangat SIAP untuk Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru