KOTAMOBAGU — Di balik kesibukan seorang kepala daerah, terdapat sosok yang selalu berada dalam kesiapsiagaan untuk memastikan setiap agenda berjalan aman dan lancar. Sosok tersebut adalah Bripka Edi Riyanto, personel Satuan Brimob Polda Sulawesi Utara, Batalyon B Pelopor, yang kini dipercaya sebagai ajudan Wali Kota Kotamobagu, Senin (17/08/2026)
Berpuluh tahun mengabdi sebagai anggota Polri, Edi Riyanto atau yang akrab disapa Mas Edi, memiliki perjalanan tugas yang cukup panjang. Berbagai pengalaman penugasan di sejumlah daerah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya hingga dipercaya mendampingi Wali Kota Kotamobagu.
Salah satu pengalaman penting dalam perjalanan tugasnya terjadi pada 2003. Saat itu, Edi mendapat penugasan BKO ke Ambon, Maluku, selama kurang lebih tujuh bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penugasan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus membentuk mental dan kemampuan Edi dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan. Sebagai personel Brimob, kesiapan, kedisiplinan dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dalam setiap penugasan.

Sepulang dari penugasan di Ambon, Edi kemudian mendapat kepercayaan dari komandannya untuk menjalankan tugas sebagai ajudan Bupati Bolaang Mongondow saat itu, yang dikenal dengan sapaan Bunda MMS, hingga tahun 2011.
Pengalaman sebagai ajudan kepala daerah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Tugas tersebut menuntut kemampuan menjaga kesiapsiagaan, memahami agenda pimpinan serta memastikan berbagai kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Tidak berhenti sampai di situ, pada periode 2014 hingga 2019, Edi kembali mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas sebagai pengawal anggota DPR RI, Aditya Anugrah Moha.
Berbagai pengalaman tersebut membuat Edi semakin matang dalam menjalankan tugas yang membutuhkan loyalitas, kedisiplinan dan tanggung jawab tinggi.
Selain pengalaman penugasan, Edi juga terus meningkatkan kemampuan profesionalnya. Pada tahun 2018, ia pernah mengikuti sekolah pelatihan Combat Intelligent di Puslat Korps Brimob Polri Cikeas.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu bekal penting dalam menjalankan tugas, khususnya dalam hal kewaspadaan, kemampuan membaca situasi serta menghadapi kondisi yang membutuhkan ketenangan dan ketepatan dalam mengambil keputusan.
Setelah melalui perjalanan panjang dalam berbagai penugasan, pada periode 2025, Edi kembali dipercaya untuk menjalankan tugas sebagai ajudan Wali Kota Kotamobagu.
“Bagi saya, setiap tugas adalah amanah. Yang terpenting adalah selalu siap, disiplin dan memberikan yang terbaik dalam menjalankan pengabdian kepada pimpinan, masyarakat, bangsa dan negara,” ujar Edi.
Kini, setiap hari ia mendampingi Wali Kota Kotamobagu dalam berbagai agenda pemerintahan maupun kegiatan kemasyarakatan. Tugasnya tidak hanya berkaitan dengan pendampingan, tetapi juga memastikan kesiapan dan keamanan selama kegiatan berlangsung.

Bagi Edi, perjalanan panjang tersebut merupakan bagian dari pengabdian yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan untuk kembali mengingat bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui pengabdian sesuai profesi masing-masing.
Dari penugasan BKO di Ambon, menjadi ajudan Bupati Bolaang Mongondow, mengawal anggota DPR RI hingga akhirnya dipercaya mendampingi Wali Kota Kotamobagu, perjalanan Bripka Edi Riyanto menjadi gambaran panjangnya proses pengabdian seorang anggota Polri.
Di balik tugasnya yang kerap berada di belakang layar, Mas Edi terus menjalankan amanah dengan prinsip sederhana: siap menjalankan tugas, setia dalam pengabdian dan bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan.
Pada usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, kisah Edi menjadi pengingat bahwa mengisi kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui upacara dan perayaan, tetapi juga melalui kerja, disiplin dan pengabdian nyata kepada masyarakat, bangsa dan negara.***











