Intainews.id – Konten kreator sekaligus pengusaha muda, Timothy Ronald, akhirnya mengungkap jumlah aset kripto yang dimilikinya. Dalam episode ke-30 seri Borong Bitcoin di kanal YouTube miliknya yang tayang pada 30 Oktober 2025, Timothy secara terbuka memperlihatkan isi dompet digital (wallet) Bitcoin pribadinya.
Dalam tayangan tersebut, ia menunjukkan saldo sebesar 3,45 Bitcoin, yang saat itu bernilai sekitar Rp6,2 miliar. Angka fantastis itu sekaligus menjawab rasa penasaran publik mengenai seberapa besar investasi kripto yang digenggam oleh sosok yang dikenal aktif mengampanyekan Bitcoin ini.
Timothy menegaskan bahwa kepemilikannya bukan sekadar untuk gaya hidup atau konten semata. Ia mengaku menempatkan sekitar 50% dari total kekayaannya di Bitcoin, sebagai bentuk keyakinan pribadi terhadap masa depan aset digital tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
> “Gue enggak cuma ngomong doang beli Bitcoin, tapi memang punya. Setengah dari harta gue ada di Bitcoin,” ujar Timothy dalam videonya.
Menurutnya, keputusan itu bukan tanpa alasan. Ia memiliki pandangan yang sangat kritis terhadap sistem keuangan tradisional dan menilai inflasi sebagai bentuk “perampokan di siang bolong.” Timothy bahkan menolak data inflasi resmi yang berkisar 2–3%, dan justru memperkirakan inflasi riil berada di kisaran 11%, hasil penjumlahan antara inflasi suplai uang dolar AS (USD M2) sebesar 8% dan inflasi umum 3%.
Lebih jauh, ia juga menyinggung langkah sejumlah bank sentral dunia yang kini memperbanyak cadangan emas. Menurutnya, hal itu menunjukkan menurunnya kepercayaan terhadap dolar AS. Namun, Timothy tetap menganggap Bitcoin lebih unggul daripada emas, karena tidak memiliki risiko fisik seperti pencurian dan jauh lebih mudah ditransfer.
Meski demikian, sebagian penggemar menduga saldo Rp6,2 miliar yang ditampilkan bukanlah dompet utama milik Timothy, mengingat ia pernah menyatakan bahwa hartanya “tidak akan habis sampai mati.”
Langkah transparan Timothy ini kian menegaskan konsistensinya sebagai figur publik yang benar-benar mempraktikkan apa yang ia serukan — menjadi “walk the talk” di dunia investasi kripto.
Penulis : IB











