IHSG Anjlok 1,95%, Asing Lepas Rp1,3 Triliun – Sektor Properti Jadi Penopang di Tengah Tekanan Pasar

Rabu, 15 Oktober 2025 - 11:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan, Senin (14/10), dengan pelemahan tajam sebesar 1,95% ke level 8.066,52. Tekanan jual masif, terutama dari investor asing, membuat hampir seluruh sektor di bursa tertekan.

Data menunjukkan, investor asing membukukan net sell mencapai Rp1,32 triliun di pasar reguler, dan total Rp1,36 triliun di seluruh pasar. Dari 11 sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), 10 sektor melemah, dengan sektor transportasi menjadi yang paling tertekan setelah turun 3,99%.

Menariknya, sektor properti menjadi satu-satunya yang bergerak stabil dengan kenaikan tipis 0,03%, didorong oleh sentimen positif dari kebijakan pemerintah.

Saham Penopang dan Penekan IHSG

Beberapa saham yang masih mampu mencatatkan penguatan di tengah tekanan pasar antara lain DSSA (+2,09%), FILM (+13,93%), dan ENRG (+8,54%). Namun, pelemahan tajam sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBRI (-3,01%), BRPT (-6,41%), dan CUAN (-13,00%) menjadi beban utama bagi indeks.

Kebijakan Pemerintah Jadi Angin Segar untuk Properti

Dari sisi kebijakan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan perpanjangan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) 100% untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun baru hingga 31 Desember 2027.
Insentif ini berlaku untuk hunian dengan harga jual maksimal Rp5 miliar dan dasar pengenaan pajak hingga Rp2 miliar. Pemerintah menargetkan kebijakan tersebut mampu mendorong penjualan hingga 40.000 unit properti per tahun, sehingga diharapkan menjadi katalis positif bagi emiten properti seperti BSDE, CTRA, MTLA, SMRA, dan PWON.

PANI Umumkan Rights Issue Jumbo

Dari sisi korporasi, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) resmi mengumumkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp15.000 per saham. Melalui aksi korporasi ini, PANI menargetkan dapat meraup dana segar sekitar Rp16,73 triliun dari penerbitan 1,12 miliar saham baru.

Dengan situasi pasar yang masih penuh tekanan, pelaku pasar disarankan untuk tetap berhati-hati dan selektif dalam memilih saham, khususnya yang memiliki katalis positif seperti sektor properti yang tengah mendapat dukungan dari kebijakan fiskal pemerintah.

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Naik, Ini Rinciannya per 22 Januari 2026
Rupiah Melemah Tembus Rp16.995 per Dolar AS, Ini Cara Sederhana Masyarakat Bantu Perkuat Nilai Tukar
Belum Pasti, BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Masih Ditunggu Para Pekerja
Pemerintah Kucurkan Rp110 Triliun untuk Bansos 2025, Fokus pada Ketepatan Sasaran dan Pembersihan Data Penerima
Harga Emas Antam Naik ke Rp 2,50 Juta per Gram, Galeri24 Tembus Rp 2,52 Juta
Rupiah Melemah di Kurs Pajak 17–23 Desember 2025, Dolar AS Tembus Rp16.675
Harga Emas Terus Menguat Sepanjang Pekan, Antam dan Galeri24 Kompak Naik hingga Rp 54.000 per Gram
Saham DEWA Menguat di Tengah Tekanan IHSG, Naik 10,26 Persen ke Rp 500 per Lembar

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:01

Harga Emas Perhiasan Naik, Ini Rinciannya per 22 Januari 2026

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:53

Rupiah Melemah Tembus Rp16.995 per Dolar AS, Ini Cara Sederhana Masyarakat Bantu Perkuat Nilai Tukar

Jumat, 2 Januari 2026 - 09:30

Belum Pasti, BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Masih Ditunggu Para Pekerja

Jumat, 26 Desember 2025 - 14:43

Pemerintah Kucurkan Rp110 Triliun untuk Bansos 2025, Fokus pada Ketepatan Sasaran dan Pembersihan Data Penerima

Selasa, 23 Desember 2025 - 10:29

Harga Emas Antam Naik ke Rp 2,50 Juta per Gram, Galeri24 Tembus Rp 2,52 Juta

Berita Terbaru