Gorontalo – Komitmen keterbukaan informasi publik di tubuh Polres Bone Bolango kini kembali dipertanyakan. Hal ini mencuat setelah Kasi Humas Polres Bone Bolango berulang kali tidak menepati janji pertemuan dengan redaksi INTAINEWS.ID, meski sudah dijadwalkan secara resmi.
Puncaknya terjadi hari ini, Senin (02/06/2025), ketika pertemuan lanjutan yang dijanjikan sejak akhir Mei kembali batal tanpa penjelasan apa pun. Padahal, pembahasan utama menyangkut insiden blasting maut yang merenggut nyawa seorang pekerja—kasus yang hingga kini belum mendapat kejelasan dari pihak kepolisian.
Janji Tinggal Janji, Wartawan Di-Ghosting Lagi
Awal mula ketidakhadiran dimulai pada Kamis (29/05/2025) pukul 13.38 WITA, saat Kasi Humas melakukan panggilan telepon kepada wartawan INTAINEWS.ID. Sayangnya, panggilan itu tidak sempat diangkat karena jurnalis tengah berada di jalan. Namun tak sampai semenit, wartawan segera menelpon balik dan mendapat penjelasan: Kasi Humas tidak bisa hadir dalam pertemuan sebelumnya (27/05/2025) karena alasan kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai itikad baik, Kasi Humas menjanjikan jadwal ulang pertemuan pada hari Senin (02/06/2025), serta menyampaikan komitmen akan mengoordinasikan perkembangan penyelidikan insiden blasting kepada Kasat Reskrim.
Kemudian, pada Jumat (30/05/2025), pernyataan mengejutkan datang lewat pesan WhatsApp dari Kasi Humas. Di balik konfirmasi ulang jadwal, ia menulis kalimat ambigu:
“Ass pak Mat jgn Lupa tlp saya, bro jangan langsung gaasss foll…”
“Rem2 sadiki kwa, jgn gaasss fool.”

Pesan ini menimbulkan tafsir yang mencurigakan, seolah menjadi isyarat agar media tidak terburu-buru memuat berita seputar kasus ledakan mematikan tersebut.
Saat Ditunggu, Lagi-Lagi Tak Datang
Namun janji itu kembali diingkari. Saat waktunya tiba—Senin (02/06/2025)—Kasi Humas tak kunjung hadir. Tidak ada kabar, tidak ada pemberitahuan. Hanya keheningan yang menyelimuti kantor Polres Bone Bolango. Ini bukan kali pertama, tapi menjadi bagian dari pola berulang: janji bertemu yang tak ditepati dan komunikasi yang tidak konsisten.
Sikap ini tak pelak menimbulkan spekulasi publik: benarkah ada niat untuk menghindar dari media? Terlebih ketika isu yang diangkat adalah kasus krusial yang menyangkut nyawa manusia.
Masih Ada Harapan?
Sebelum meninggalkan lokasi, awak media sempat diberitahu oleh salah satu anggota Humas bahwa pertemuan kemungkinan akan dijadwalkan ulang pada Selasa (03/06/2025), bersamaan dengan rencana konferensi pers oleh Kapolres Bone Bolango terkait empat perkara penting yang sedang ditangani.
Apakah ini akan menjadi momen klarifikasi yang dinanti? Atau sekadar janji kosong berikutnya?
Publik berhak tahu. Dan media akan terus mengejar.
Penulis : RTB












