LIMBOTO— Pemerintah Kabupaten Gorontalo menegaskan komitmennya membangun daerah berbasis data yang akurat dan terpercaya. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026, yang secara resmi dicanangkan dan ditandai dengan pelepasan petugas sensus oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, di Hotel Amaris Gorontalo, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gorontalo itu menjadi penanda dimulainya pendataan ekonomi terbesar di Indonesia yang akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira, Kepala BPS Kabupaten Gorontalo Dr. Suparno, S.ST., S.E., M.Si., pimpinan OPD, serta ratusan petugas sensus yang akan diterjunkan ke seluruh wilayah Kabupaten Gorontalo.
Dalam sambutannya, Bupati Sofyan Puhi menegaskan bahwa data statistik memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya program yang dijalankan, tetapi juga oleh kualitas data yang menjadi dasar pengambilan keputusan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sensus Ekonomi 2026 menjadi sangat penting bagi Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Data yang dihasilkan akan memberikan gambaran nyata tentang kondisi dan struktur perekonomian daerah, mulai dari jumlah usaha, karakteristik pelaku usaha, hingga potensi ekonomi yang berkembang di setiap wilayah,” ujar Sofyan.
Ia menegaskan, hasil sensus akan menjadi rujukan utama pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan, mengevaluasi program yang telah berjalan, serta memastikan setiap intervensi pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Seluruh aktivitas ekonomi yang didata melalui Sensus Ekonomi ini sangat dibutuhkan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah. Data BPS menjadi dasar evaluasi sekaligus pijakan untuk menyusun program yang selaras dengan visi dan misi RPJMD Kabupaten Gorontalo. Dengan data yang akurat, pembangunan dapat dilakukan secara lebih terarah, efektif, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Menurut Sofyan, Kabupaten Gorontalo saat ini membutuhkan basis data ekonomi yang kuat untuk mengidentifikasi sektor-sektor unggulan yang memiliki potensi berkembang, sekaligus memetakan berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan. Karena itu, kualitas data yang dihasilkan melalui sensus akan sangat menentukan kualitas kebijakan yang dilahirkan pemerintah.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pelaku usaha, untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus.
“Data yang baik akan melahirkan kebijakan yang baik. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi kemajuan Kabupaten Gorontalo,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Gorontalo, Dr. Suparno, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan statistik nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur perekonomian nasional maupun daerah.
Menurutnya, sensus tersebut menjadi instrumen penting untuk menyediakan data dasar yang komprehensif bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, maupun investor dalam merumuskan strategi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
“Data yang dihimpun nantinya akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan sekaligus memperkuat implementasi program Satu Data Indonesia yang menekankan pentingnya data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Suparno.
Ia menambahkan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Gorontalo akan berlangsung selama kurang lebih dua setengah bulan, terhitung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 439 petugas sensus telah dipersiapkan dan dilatih dalam tiga gelombang sebelum diterjunkan ke lapangan.
“Petugas yang telah dilatih berjumlah 439 orang. Mereka dibagi dalam tiga gelombang pelatihan, yaitu 125 orang pada gelombang pertama, 148 orang pada gelombang kedua, dan 166 orang pada gelombang ketiga. Seluruh petugas akan disebar ke desa dan kelurahan di Kabupaten Gorontalo dengan beban tugas yang relatif sama,” ungkapnya.
Suparno menjelaskan, setiap petugas akan melakukan pendataan terhadap sekitar 400 hingga 600 kepala keluarga atau unit usaha sesuai wilayah kerja masing-masing. Pendataan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah maupun ke lokasi usaha guna memastikan seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dapat terdata secara menyeluruh.
“Karena itu kami berharap masyarakat dapat menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang benar. Partisipasi masyarakat menjadi faktor utama dalam menghasilkan data yang berkualitas,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sofyan Puhi secara simbolis melakukan pencanangan dan pelepasan petugas Sensus Ekonomi 2026 sebagai tanda dimulainya pelaksanaan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Gorontalo.
Penulis : IB










