Ratusan Massa Geruduk Kantor Bupati dan Kajari Asahan

Senin, 22 April 2024 - 10:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asahan-Sumut-INTAINEWS.ID | Puluhan massa geruduk kantor Bupati Asahan dan Kejaksaan Negeri Kisaran Senin, (22/4/2024). Mereka menuntut agar Bupati dan Kajari menyikapi adanya dugaan pungli yang dilakukan Kabag UKPBJ Unit Layanan Pengadaan (ULP) LPSE dan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) konstruksi Kabupaten Asahan.

Massa yang tergabung dalam Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) Asahan itu melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati.Mengendarai puluhan sepeda motor dan becak motor (betor) massa langsung gelar orasi dan aksi teaterikal.

Sembari membawa keranda mayat buatan dan puluhan foster bertuliskan kecaman massa gelar orasi beberapa menit. Ditengah kerumunan salah seorang orator menabur uang mainan yang dibawa dalam koper.

“Kita minta agar Bupati Asahan dan aparat penegak hukum tanggap dengan adanya dugaan Pungli itu. Segera tindaklanjuti dan periksa pihak yang terlibat, ” teriak Adha Khairuddin salah seorang orator.

Dikatakannya, Kabag UKPBJ ULP LPSE Asahan, Drs Kasihan dan Ketua Pokja, Zulkarnain Nasution selama ini diduga kerap melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap para rekanan. Setiap rekanan diminta uang kewajiban (KW) sebesar 3 persen dari jumlah pagu proyek yang dikerjakan.

Kewajiban KW yang dikutip dari rekanan itu dengan modus untuk pengamanan.Pungli uang kewajiban itu diduga dilakukan langsung oleh Ketua Pokja Asahan, Zulkarnain Nasution atau Zul Salamlekum.

“Pungli uang KW sebesar 3 persen itu diduga dilakukan oleh Zul salam lekum. Uangnya kemungkinan diduga kuat dijadikan modal untuk main judi online, ” ungkap Andre Hasibuan pengunjuk rasa lainnya ditengah aksi.

Dia mengatakan selama ini Zul yang merupakan Ketua Pokja Asahan memang hobby bermain judi online slot dan poker. Selain uang pengamanan rekanan juga diminta uang kewajiban lain agar proyek dimenangkan.

Usai menggelar orasi selama beberapa menit para pengunjuk rasa akhirnya diterima langsung Wakil Bupati Asahan, Drs. Taufik ZA Siregar. Dia mendengarkan langsung aspirasi yang disampaikan pengunjuk rasa.

“Kita akan menyikapi tuntutan yang disampaikan rekan-rekan sekalian. Yakinlah akan kita usut dugaan pungli itu dan Zul salamlekum diganti jadi Zul Alhamdulillah saja, ” ujar Taufik ditengah para pengunjuk rasa.

Para pengunjuk rasa langsung menuju Kantor Kajari Kisaran usai menggelar orasi dihalaman kantor Bupati Asahan. Mereka juga menyampaikan aspirasi dikantor Korps Adiyaksa selama beberapa menit.

Massa langsung meninggalkan kantor Kejaksaan Kisaran setelah menyampaikan aspirasi. Dibawah pengamanan petugas kepolisian Polres Asahan massa aksi membubarkan diri.

 

Reporter : Amin Harahap

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Investigasi KANNI Apresiasi Gerakan Penambang Ratatotok Bangun Infrastruktur Secara Swadaya
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Batu Bara Gelar Doa Bersama Lintas Agama dan Santuni Anak Yatim
Audiensi dengan Menteri ATR/BPN, Bupati Sirajudin Dorong Percepatan RDTR dan Hilirisasi Pertanian Boltara
Tolak Alat Berat, Warga Tutup Akses Tambang Emas di Popayato Barat
Excavator Beroperasi, Penambang Tradisional Desa Persatuan Protes ‎
Satresnarkoba Polres Batu Bara Ungkap Tiga Kasus Sabu, Empat Pelaku Diamankan
Sidang Paripurna HUT ke-19 Boltara, Bupati Sirajudin Tekankan Semangat SIAP untuk Pembangunan Berkelanjutan
Jelang Idul Adha 1447 H, Bupati Boltara Terima Prosesi Adat Mopohabaru

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:27

Ketua Investigasi KANNI Apresiasi Gerakan Penambang Ratatotok Bangun Infrastruktur Secara Swadaya

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:44

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Batu Bara Gelar Doa Bersama Lintas Agama dan Santuni Anak Yatim

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:44

Audiensi dengan Menteri ATR/BPN, Bupati Sirajudin Dorong Percepatan RDTR dan Hilirisasi Pertanian Boltara

Selasa, 2 Juni 2026 - 00:07

Tolak Alat Berat, Warga Tutup Akses Tambang Emas di Popayato Barat

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:02

Excavator Beroperasi, Penambang Tradisional Desa Persatuan Protes ‎

Berita Terbaru