LIMBOTO, — Komitmen Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terus diwujudkan melalui dukungan nyata kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama Wakil Bupati Tonny S. Junus, disaksikan Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira, menyerahkan bantuan booth gerobak UMKM kepada masyarakat penerima manfaat di Pentadio Resort, Limboto, Sabtu (5/9).
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat usaha masyarakat sekaligus mendorong penataan kawasan kuliner agar lebih tertib, nyaman, dan memiliki daya tarik bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sofyan Puhi mengatakan, pemberian booth gerobak bukan sekadar bantuan sarana usaha, tetapi merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya secara lebih baik.
Menurut Sofyan, program tersebut sebelumnya telah diawali dengan penyerahan 17 unit gerobak UMKM kepada pelaku usaha di sekitar kawasan Taman Pakaya Tower. Bantuan itu disalurkan bertepatan dengan pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2026.
“Hari ini kita wujudkan kembali bagi masyarakat penerima manfaat di seluruh kecamatan,” ujar Sofyan.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas usaha sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga penerima.
Namun, Sofyan menegaskan, pengembangan UMKM harus berjalan seiring dengan penataan ruang publik. Karena itu, ia meminta agar keberadaan gerobak usaha tidak mengganggu pengguna jalan maupun aktivitas masyarakat lainnya.
“Diharapkan lokasinya tidak mengganggu para pengguna jalan dan lokasi jalannya ditata dengan baik,” katanya.
Sofyan juga meminta perangkat daerah terkait melakukan evaluasi secara berkala terhadap penerima bantuan. Langkah tersebut penting untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan dan memberikan dampak nyata terhadap keberlangsungan usaha masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Gorontalo Fany Salimanya menjelaskan, penyerahan kali ini merupakan tahap kedua sekaligus tahap terakhir program bantuan booth gerobak UMKM.
Menurut Fany, program tersebut tidak hanya menyasar penguatan usaha kuliner, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata berkelanjutan.
“Sustainable Tourism, jadi pariwisata yang berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, bantuan booth gerobak diarahkan kepada pelaku usaha kuliner dan ekonomi kreatif, khususnya subsektor kuliner, agar mampu berkembang dan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata daerah.
Pada tahap pertama, bantuan diberikan kepada pelaku usaha di kawasan kuliner Limboto. Sementara pada tahap kedua, sebanyak 49 unit gerobak disalurkan kepada masyarakat di sejumlah kecamatan di luar kawasan tersebut.
Dengan demikian, secara keseluruhan terdapat 66 unit gerobak UMKM yang telah disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.
Fany berharap bantuan tersebut dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Lebih dari sekadar fasilitas berjualan, booth gerobak diharapkan menjadi modal pendukung bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Program ini sekaligus memperlihatkan arah kebijakan Sofyan–Tonny yang menempatkan UMKM bukan hanya sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai bagian penting dari penggerak ekonomi lokal dan pendukung pengembangan pariwisata Kabupaten Gorontalo.
Penulis : IB











