BOLTIM, INTAINEWS.ID — Kepemimpinan Kapolres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, dinilai berhasil menjaga stabilitas keamanan di tengah dinamika persoalan pertambangan rakyat yang selama ini menjadi isu krusial di daerah tersebut.
Dikenal memiliki latar belakang di bidang kontra-terorisme dan pernah bertugas di Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Golfried dinilai mampu membaca potensi gangguan keamanan, termasuk dugaan upaya oknum tertentu yang ingin memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi.
Sejak menjabat, Kapolres aktif membangun pendekatan persuasif melalui dialog bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, hingga kalangan pemuda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini dilakukan untuk menjaga kondusivitas serta memperkuat kesadaran hukum masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Persoalan penegakan hukum di sektor pertambangan sendiri bukan hal baru.
Sebagian besar masyarakat Boltim menggantungkan hidup pada aktivitas pertambangan emas, sementara di sisi lain regulasi yang berlaku belum sepenuhnya mengakomodasi aktivitas tersebut.
Namun, harapan mulai muncul setelah Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Stevanus Komaling, mendorong usulan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).
Boltim menjadi salah satu daerah dengan usulan WPR terbanyak, yang kini tengah dipersiapkan masyarakat.
Di tengah proses tersebut, muncul dugaan adanya oknum yang berupaya menciptakan isu untuk melemahkan kepemimpinan Kapolres, dengan tujuan menguasai lahan milik masyarakat.
Bahkan, isu tersebut disebut-sebut sengaja digaungkan hingga ke tingkat pusat guna menjatuhkan Kapolres dan membuka jalan bagi kepentingan tertentu.
Menanggapi hal ini, Ketua Divisi Intelijen dan Investigasi Prabowo Subianto Center Sulawesi Utara, Rahmat Abo Mokoginta, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Kapolres Boltim.
“Apresiasi kepada Bapak Kapolres yang mampu mendeteksi adanya oknum yang ingin menguasai lahan masyarakat. Ketegasan beliau penting agar masyarakat tidak dirugikan,” ujar Rahmat.
Ia menilai, upaya untuk menjatuhkan Kapolres merupakan bagian dari skenario pihak tertentu yang ingin mengambil alih hak masyarakat di wilayah yang telah masuk dalam rencana WPR.
“Kami melihat isu tersebut diarahkan untuk menjatuhkan Kapolres, agar kepentingan oknum bisa berjalan mulus. Ini berpotensi merusak situasi Boltim yang selama ini aman dan kondusif,” tambahnya.
Rahmat juga meminta kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Polda Sulawesi Utara agar tetap mempertahankan AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan sebagai Kapolres Boltim.
“Kami berharap Bapak Kapolri dan Kapolda Sulut tidak terpengaruh oleh isu yang tidak berdasar. Kami masyarakat siap mendukung Kapolres dalam menjaga keamanan dan tidak memberi ruang bagi oknum yang ingin merugikan warga,” tegasnya.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat Boltim diharapkan tetap waspada terhadap berbagai upaya provokasi, serta terus mendukung langkah-langkah menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya.***
Penulis : NB
Editor : NB











