IntaiNews.id BOLTIM – Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Rahman Salehe, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan keagamaan dengan rencana memberangkatkan puluhan imam masjid untuk menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci.
Jika tidak ada aral melintang, sebanyak 44 imam masjid di Kecamatan Kotabunan dijadwalkan akan diberangkatkan pada Juni hingga Juli 2026 mendatang. Saat ini, seluruh proses administrasi keberangkatan tengah dipersiapkan oleh pihak travel penyelenggara.
Rahman Salehe menjelaskan, program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya. Pada Februari 2026 lalu, ia telah lebih dahulu memberangkatkan tiga imam masjid dari wilayah yang sama, dan ketiganya telah kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan rangkaian ibadah umroh di Mekkah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Insyaallah, bersama 44 imam masjid di Kecamatan Kotabunan akan berangkat umroh ke Tanah Suci. Saat ini proses administrasi sedang berjalan, dan jika semuanya telah siap, keberangkatan direncanakan pada Juni atau Juli 2026,” ujar Rahman Salehe usai menggelar kegiatan reses di Desa Bulawan Dua, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk penghormatan terhadap peran strategis imam masjid dan pegawai syar’i dalam kehidupan umat Islam. Para imam tidak hanya memimpin shalat berjamaah, tetapi juga berperan sebagai pembimbing spiritual, penjaga nilai-nilai keagamaan, serta teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menegaskan, keberadaan imam sangat penting dalam memastikan keabsahan ibadah jamaah, memakmurkan masjid, serta membina umat agar tetap berada dalam koridor ajaran agama yang benar.
“Memberangkatkan imam dan pegawai syar’i untuk umroh adalah bentuk memuliakan mereka sebagai pemimpin ibadah dan pembimbing umat. Ini juga menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat kesehatan dan rezeki yang diberikan Allah SWT,” ungkapnya.
Rahman juga menambahkan bahwa seluruh niat tersebut semata-mata dilakukan untuk mendapatkan ridha Allah SWT, tanpa ada kepentingan lain.
“Semuanya diniatkan sebagai ibadah. Semoga apa yang dilakukan ini bisa membawa keberkahan, tidak hanya bagi para imam yang berangkat, tetapi juga bagi masyarakat secara luas,” tambahnya.
Sementara itu, dukungan dan apresiasi datang dari masyarakat. Salah satunya disampaikan oleh Yono Mamonto (57), warga Kecamatan Modayag, yang menilai program tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap tokoh agama.
Ia menyebut, langkah Rahman Salehe merupakan bentuk penghargaan tinggi atas dedikasi para imam dalam melayani umat dan menjaga keberlangsungan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
“Ini adalah niat yang sangat mulia. Imam memiliki peran besar dalam membimbing umat, sehingga sudah sepantasnya mendapatkan perhatian dan penghargaan. Kami berharap ke depan program seperti ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yono berharap agar ke depan semakin banyak tokoh agama di Bolaang Mongondow Timur yang mendapatkan kesempatan serupa untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Program pemberangkatan umroh bagi imam masjid ini pun dinilai menjadi salah satu bentuk pendekatan sosial-keagamaan yang mampu mempererat hubungan antara pemimpin daerah dan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai religius di tingkat lokal.
Dengan rencana keberangkatan puluhan imam pada pertengahan tahun 2026 ini, Rahman Salehe kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai wakil rakyat di parlemen, tetapi juga sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di daerahnya.***











