Intainews.id— Tim Pengawasan Orang Asing (TIM PORA) imigrasi Kotamobagu melaksanakan Operasi Gabungan (Opsgab) di Desa Tuntung Timur, Kecamatan Pinogaluman, pada Kamis (6/11/2025).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi sebelumnya, dengan fokus pengawasan terhadap potensi keberadaan warga negara asing (WNA) di wilayah yang mulai dilirik investor.
Plt Kepala Sub Seksi Intelijen Keimigrasian, Valentino Rhyo, menjelaskan bahwa kegiatan kali ini bukan lagi bersifat rapat, melainkan operasi lapangan langsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rapat sudah kami laksanakan sebelumnya. Saat ini kami turun langsung ke lapangan untuk melakukan operasi pengawasan, karena berdasarkan informasi, di wilayah Bolmut khususnya Tuntung Timur, mulai banyak didatangi calon investor,” jelas Valentino.
Ia menambahkan, sejumlah lokasi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara kini menjadi perhatian para investor, termasuk sektor pertambangan. Karena itu, pengawasan terhadap keberadaan orang asing menjadi penting agar tidak terjadi pelanggaran izin tinggal atau penyalahgunaan kegiatan investasi.
“Jika ada warga negara asing yang masuk ke kabupaten ini, harus sesuai dengan aturan. Kami berharap adanya kerja sama dan pertukaran informasi dengan pemerintah desa maupun masyarakat terkait keberadaan atau potensi orang asing,” tegasnya.
Sementara itu, Sangadi (Kepala Desa) Tuntung Timur, Mahyudin Mokodompis, menuturkan bahwa pihak desa mendukung penuh kegiatan pengawasan ini.
Ia menjelaskan, potensi pertambangan di wilayahnya telah lama terdata, dan memang menjadi daya tarik bagi investor.
“Kami memiliki data eksplorasi yang berasal dari Sukma Hexa, eks HGU, sejak tahun 2002 terkait penataan lokasi pertambangan. Tahun 2024 memang ada yang datang membidik potensi tambang di desa ini,” ungkap Mahyudin.
Ia menegaskan bahwa langkah yang dilakukan pihak desa bersama TIM PORA adalah untuk menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.
“Tujuan kami jelas — menata ekonomi desa tanpa menimbulkan salah persepsi. Kami bersama TIM PORA melakukan barter data dan tukar informasi secara strategis agar potensi yang ada bisa dikelola dengan benar,” tutupnya
Penulis : IB











