JAKARTA — Kabar baik bagi masyarakat! Pemerintah memastikan tarif dasar listrik (TDL) untuk periode 3–9 November 2025 tidak mengalami perubahan. Keputusan ini menjadi angin segar di tengah tekanan ekonomi global, karena masyarakat tak perlu khawatir soal kenaikan tagihan listrik hingga akhir tahun.
Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa kebijakan menahan tarif listrik merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
“Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif listrik hingga akhir 2025. Ini langkah strategis agar masyarakat tetap tenang dan konsumsi energi tetap terjangkau,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan ini juga selaras dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024, yang mengatur penyesuaian tarif setiap tiga bulan sekali. Penetapan tarif mempertimbangkan sejumlah faktor seperti nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, harga minyak mentah Indonesia (ICP), serta Harga Batubara Acuan (HBA).
Rincian Tarif Listrik PLN November 2025
Berdasarkan laman resmi PT PLN (Persero), berikut tarif listrik per kilowatt-hour (kWh) untuk periode 3–9 November 2025:
1. Rumah Tangga Nonsubsidi
- R-1/TR 900 VA: Rp 1.352 per kWh
- R-1/TR 1.300–2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- R-2/TR 3.500–5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
- R-3/TR 6.600 VA ke atas: Rp 1.699,53 per kWh
2. Bisnis dan Pemerintah
- B-2/TR (6.600–200 kVA): Rp 1.444,70 per kWh
- P-1/TR (Kantor Pemerintah 6.600–200 kVA): Rp 1.699,53 per kWh
- P-3/TR (Penerangan Jalan Umum di atas 200 kVA): Rp 1.699,53 per kWh
3. Rumah Tangga Subsidi
- 450 VA: Rp 415 per kWh
- 900 VA (subsidi): Rp 605 per kWh
- 900 VA Rumah Tangga Mampu (RTM): Rp 1.352 per kWh
- 1.300–2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- 3.500 VA ke atas: Rp 1.699,53 per kWh
Dengan keputusan ini, pelanggan PLN — baik subsidi maupun nonsubsidi — bisa bernapas lega. Pemerintah menegaskan, tarif listrik akan tetap stabil hingga triwulan IV 2025 berakhir, seiring dengan upaya menjaga keseimbangan ekonomi nasional di tengah gejolak harga energi dunia.
Langkah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan energi yang tidak hanya andal dan berkeadilan, tetapi juga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Penulis : IB











