JAKARTA, INTAINEWS.ID — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang berintegritas dan profesional.
Hal ini tercermin dari keikutsertaan Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Pedoman Pembinaan Mental Kepatuhan Internal yang diselenggarakan Direktorat Kepatuhan Internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), bertempat di Grand Travello Hotel, Jakarta.
FGD ini menjadi forum strategis yang mempertemukan para pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jakarta Raya dan jajaran Kantor Wilayah Ditjenpas Daerah Khusus Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tujuan utama kegiatan ini adalah menyusun pedoman pembinaan mental yang konkret dan aplikatif, guna memperkuat kepatuhan internal, menumbuhkan etos kerja, serta menanamkan nilai-nilai profesionalisme ASN di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam arahannya, Direktur Kepatuhan Internal, Lilik Sujandi, menekankan pentingnya pembinaan kepatuhan sebagai budaya organisasi.
“Nilai dasar ASN, integritas pribadi, serta perilaku profesional harus menjadi cermin institusi pemasyarakatan yang melayani dengan nurani dan tanggung jawab,” ujar Lilik.
Menambah perspektif dari disiplin lain, kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Polisi Militer TNI (POM TNI) dan Biro SDM Kemenkumham.
Mereka memberikan pandangan terkait pembinaan karakter, disiplin kerja, dan penguatan kontrol internal, baik dari sudut pandang militer maupun birokrasi sipil.
Dalam sesi diskusi, Kalapas Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa keberadaan pedoman ini sangat penting dalam mendorong perubahan pola pikir dan sikap kerja para petugas pemasyarakatan.
“Kami ingin membentuk kultur kerja yang tidak hanya taat aturan, tetapi juga mengakar pada nilai-nilai moral. Pedoman ini akan menjadi peta jalan kami dalam menanamkan integritas sebagai DNA seluruh pegawai Lapas Cipinang,” tegas Wachid.
Ia juga menyampaikan bahwa Lapas Cipinang telah lebih dahulu memulai berbagai inisiatif pembinaan internal.
Di antaranya, internalisasi etika profesi, pelatihan budaya melayani, peningkatan pelayanan publik, hingga penguatan komitmen antikorupsi di internal pegawai.
Partisipasi aktif dalam FGD ini semakin menegaskan transformasi Lapas Kelas I Cipinang sebagai institusi pemasyarakatan modern.
Tidak hanya berfokus pada pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), tetapi juga pada pembangunan karakter dan integritas para aparaturnya.
Semangat ini sejalan dengan prinsip besar yang terus digaungkan, Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat.***
Penulis : Ragil
Editor : NB











