Lentera Karya Warga Binaan Cipinang Hiasi Borobudur, Dirjen Bimas Buddha: Harapan Masih Menyala

Selasa, 8 Juli 2025 - 12:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Intainews.id – Karya seni warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang mendapat sorotan nasional setelah menghiasi gelaran spiritual Indonesia Tipitaka Chanting & Asalha Mahapuja 2569/2025 di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Minggu (6/7/2025).

Lentera-lentera hasil tangan para warga binaan tersebut menjadi simbol kuat dari keberhasilan pembinaan yang tak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh sisi batin dan spiritual.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi, secara khusus menyampaikan apresiasi atas kontribusi warga binaan dalam prosesi keagamaan berskala internasional itu.

“Saya sangat terkesan dengan suasana malam prosesi yang begitu indah dan khidmat. Cahaya dari lilin teratai yang dibawa peserta menciptakan nuansa spiritual yang mendalam.

Lebih menyentuh lagi, ternyata perlengkapan tersebut merupakan hasil karya warga binaan Lapas Cipinang. Ini bukti bahwa harapan dan cahaya kebajikan masih menyala, bahkan dari balik tembok pemasyarakatan,” ungkap Supriyadi, Senin (7/7).

Ia menambahkan bahwa semangat Dhamma dan nilai-nilai luhur terus tumbuh dalam diri warga binaan, berkat bimbingan rohani dan pembinaan yang konsisten dilakukan pihak Lapas.

Kalapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menjelaskan bahwa proses pembinaan di Lapas Cipinang tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pembangunan karakter dan spiritualitas.

“Lentera ini adalah simbol bahwa dari balik tembok pemasyarakatan, cahaya harapan tetap bisa lahir. Kami ingin membentuk insan yang bukan hanya terampil, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan yang kuat,” ujar Wachid.

Senada, Kepala Bidang Pembinaan, Iwan Setiawan, menyatakan bahwa keterlibatan warga binaan dalam perayaan spiritual di Borobudur merupakan bagian dari program pembinaan ekspresif berbasis nilai.

“Karya ini bukan sekadar hasil seni, tapi wujud nyata dari pembinaan holistik yang kami terapkan—menggabungkan seni, spiritualitas, dan pembentukan karakter,” jelas Iwan.

Kehadiran lentera buatan warga binaan di altar suci Borobudur menjadi bukti bahwa pemasyarakatan bukan sekadar menjalani hukuman, tetapi juga tentang pertumbuhan, perubahan, dan harapan baru. Dari balik jeruji, cahaya itu kini menyala untuk Indonesia dan dunia.

(Ragil)

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari PENAS XVII Gorontalo, Prabowo Targetkan Setiap Provinsi Swasembada Pangan
Di Tengah Gempuran Media Sosial Modern, Kaula Muda Masih Bertahan di Camfrog
Bertemu Ketum Adin Jauharudin, Ansor Sulut Perkuat Agenda Strategis Organisasi
Nelson Pomalingo Dipercaya Kelola Kampus dan Perkebunan di Lampung, Usung Integrasi Riset dan Energi Terbarukan
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK
Kiprah Putra Darah Mongondow Letkol Arm. Vicky H. Mamonto di Pucuk Pimpinan Yonarmed 7/Biringgalih
Valentino Rossi Akhirnya Geber Motor di Sirkuit Mandalika, Debut Perdana Sang Legenda di Tanah Air
Polri Buka Pendaftaran SIPSS 2026, Terbuka untuk Lulusan D-IV hingga Dokter Spesialis

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:54

Dari PENAS XVII Gorontalo, Prabowo Targetkan Setiap Provinsi Swasembada Pangan

Kamis, 14 Mei 2026 - 04:02

Di Tengah Gempuran Media Sosial Modern, Kaula Muda Masih Bertahan di Camfrog

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29

Bertemu Ketum Adin Jauharudin, Ansor Sulut Perkuat Agenda Strategis Organisasi

Selasa, 31 Maret 2026 - 06:14

Nelson Pomalingo Dipercaya Kelola Kampus dan Perkebunan di Lampung, Usung Integrasi Riset dan Energi Terbarukan

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:36

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK

Berita Terbaru