IntaiNews.id KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota Kotamobagu menegaskan komitmennya dalam memperkuat arah pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, yang dibuka langsung oleh Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., Senin (30/3/2026).
Dalam forum strategis tersebut, Weny Gaib menyampaikan paparan komprehensif terkait capaian pembangunan daerah sekaligus tantangan dan arah kebijakan ke depan. Ia menegaskan bahwa Musrenbang merupakan instrumen penting dalam memastikan proses perencanaan pembangunan berjalan partisipatif, terukur, serta berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.
“Musrenbang RKPD ini menjadi ruang konsolidasi gagasan sekaligus penyelarasan prioritas pembangunan daerah, agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Weny Gaib.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, Wali Kota mengungkapkan bahwa kinerja pembangunan Kota Kotamobagu dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang stabil dan positif. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,28 persen, yang menunjukkan daya tahan ekonomi daerah tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.
Selain itu, peningkatan kualitas hidup masyarakat juga tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 77,49. Angka tersebut mengindikasikan kemajuan signifikan dalam sektor pendidikan, kesehatan, serta peningkatan daya beli masyarakat.
Di sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan dari 6,59 persen pada tahun 2022 menjadi 5,97 persen pada tahun 2025. Penurunan ini menunjukkan efektivitas berbagai program pemerintah dalam mendorong penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut, distribusi pendapatan masyarakat juga menunjukkan perbaikan. Rasio Gini yang sebelumnya berada pada angka 0,404 kini menurun menjadi 0,305, menandakan semakin meratanya tingkat kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita mengalami peningkatan signifikan dari sekitar Rp34,9 juta menjadi lebih dari Rp43,3 juta per tahun.
“Dengan kerja sama, inovasi, dan komitmen bersama, kita optimistis dapat mewujudkan visi Kotamobagu Bersahabat: Kota Berkemajuan, Sejahtera, Berbudaya, dan Inovatif,” tegas Weny Gaib.
Meski berbagai capaian tersebut menunjukkan tren yang menggembirakan, Wali Kota juga menekankan bahwa masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan yang perlu dihadapi secara serius dan kolaboratif. Di antaranya keterbatasan kapasitas fiskal daerah, peningkatan kualitas layanan publik, pengentasan kemiskinan dan pengangguran, serta percepatan transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Kotamobagu menetapkan tema RKPD Tahun 2027, yakni “Penguatan Identitas Budaya dan Ketahanan Sosial untuk Pembangunan Inklusif.” Tema ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian nilai budaya serta penguatan kohesi sosial masyarakat.
Arah kebijakan pembangunan ke depan difokuskan pada sejumlah prioritas utama, meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan layanan dasar dan infrastruktur, penguatan ekonomi lokal berbasis potensi daerah, peningkatan perlindungan sosial, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital.
Weny Gaib juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik dari unsur pemerintah, legislatif, akademisi, dunia usaha, maupun masyarakat, untuk aktif berpartisipasi dalam proses perencanaan pembangunan.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas. Oleh karena itu, kami mengharapkan masukan yang konstruktif, berbasis data, dan solutif dari seluruh peserta Musrenbang,” pungkasnya.***










