IntaiNews.id KOTAMOBAGU – Momentum pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Kota Kotamobagu untuk terus memperkuat jalinan silaturahmi dan kebersamaan di tengah masyarakat. Hal ini terlihat dari kehadiran Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., bersama Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, S.H., M.H., dalam kegiatan Halal Bi Halal yang dirangkaikan dengan perayaan Hari Raya Ketupat di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, hingga warga setempat yang antusias merayakan tradisi tahunan tersebut. Perayaan Hari Raya Ketupat sendiri merupakan salah satu tradisi yang telah mengakar kuat di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi dan sekitarnya, sebagai simbol rasa syukur setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan dan Idul Fitri.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kotamobagu menegaskan bahwa kegiatan Halal Bi Halal tidak hanya menjadi ajang seremonial semata, melainkan memiliki makna yang sangat mendalam dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Tradisi ini mencerminkan nilai luhur bangsa berupa saling memaafkan, mempererat tali persaudaraan, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Halal Bi Halal dan Hari Raya Ketupat merupakan bagian dari kearifan lokal yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Ini adalah warisan budaya yang mengajarkan kita tentang arti kebersamaan, keikhlasan, serta pentingnya menjaga hubungan harmonis antar sesama,” ujar Wali Kota.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kelurahan Upai yang secara konsisten menjaga dan melestarikan tradisi tersebut. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan-kegiatan sosial dan budaya menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dan harmonis.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kotamobagu menambahkan bahwa momentum seperti ini juga menjadi sarana strategis untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat agar pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang luas,” ungkapnya.
Perayaan Hari Raya Ketupat yang dirangkaikan dengan Halal Bi Halal ini juga diwarnai dengan berbagai hidangan khas, terutama ketupat yang disajikan bersama lauk-pauk tradisional. Ketupat sendiri memiliki filosofi mendalam sebagai simbol kesucian, kebersihan hati, serta pengakuan atas kesalahan yang kemudian diikuti dengan saling memaafkan.
Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi. Pemerintah Kota Kotamobagu terus mendorong agar tradisi-tradisi seperti ini tetap dijaga, bahkan dikembangkan sebagai bagian dari potensi budaya yang dapat memperkaya khazanah nasional.
Kehadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga merasa bangga dan terhormat atas perhatian yang diberikan oleh pimpinan daerah, yang dinilai selalu dekat dengan masyarakat dan aktif hadir dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dengan terselenggaranya kegiatan Halal Bi Halal dan Hari Raya Ketupat ini, diharapkan semangat kebersamaan, persatuan, dan gotong royong dapat terus tumbuh dan menjadi fondasi kuat dalam membangun Kota Kotamobagu yang maju, berdaya saing, dan sejahtera. Tradisi yang sarat makna ini juga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menjaga nilai-nilai budaya sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.***











