Kota Sibolga- Sumatera Utara, dilanda bencana banjir dan longsor setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Senin, 24 November 2025. Bencana ini kemudian memuncak sampai Selasa, (25/11/2025).
Hingga kini (26–28 November 2025), proses evakuasi masih terkendala cuaca dan sulitnya medan. Pemerintah dan tim gabungan terus berupaya menjangkau wilayah yang belum bisa diakses akibat tertutup material longsor.
Intensitas hujan tinggi sejak 24 November menyebabkan sungai meluap dan memicu banjir bandang di Sibolga serta wilayah sekitarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Arus air deras menghantam pemukiman — membawa lumpur, puing, dan batang kayu — serta merusak lingkungan.
Sementara itu, longsor terjadi di sejumlah titik di Sibolga — menutup jalan dan memutus akses keluar-masuk beberapa kecamatan.
Dari beberapa berita yang beredar di sosial media, 27 November 2025 — akses ke banyak area terdampak di Sibolga belum bisa tembus karena tanah longsor dan reruntuhan. Tim penanggulangan bencana baru bisa memulai penilaian dan evakuasi ketika kondisi memungkinkan.
Tim SAR, personel polisi, TNI, BPBD, dan relawan telah dikerahkan sejak hari pertama bencana. Meskipun begitu, pencarian korban dan pendataan korban terdampak masih terus berlangsung hingga 28 November 2025.
Hingga Rabu, 26 November 2025, laporan resmi menyebut bahwa korban jiwa akibat rangkaian banjir dan longsor di Sumatera Utara — termasuk Sibolga — telah mencapai 24 orang. Dari jumlah itu, sekitar 5 korban diketahui dari Sibolga.
Selain korban jiwa, puluhan warga luka-luka, banyak rumah dan bangunan rusak, dan ratusan keluarga harus mengungsi.
Akibat rusaknya rumah dan terputusnya akses, banyak warga di Sibolga memilih mengungsi ke tempat aman — seperti gedung sekolah, posko darurat, atau tempat pengungsian lain. Pemerintah dan lembaga kemanusiaan berupaya mendistribusikan bantuan seperti makanan, air bersih, selimut, dan kebutuhan dasar lain.
Sejak awal bencana pada 24 November 2025 hingga saat ini 28 November 2025, kondisi di Sibolga dan area sekitarnya terus dipantau. Evakuasi, pencarian korban, distribusi bantuan, serta upaya pemulihan infrastruktur sedang berlangsung. Semua pihak diimbau tetap waspada: potensi longsor susulan dan curah hujan tinggi masih ada.
Penulis : IB











