IntaiNews.id KOTAMOBAGU – Upaya mendorong pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal terus dilakukan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Kotamobagu. Salah satunya melalui pengembangan kakao organik yang dinilai memiliki prospek ekonomi menjanjikan bagi masyarakat.
Ketua TP-PKK Kota Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta, bersama rombongan serta Kepala Dinas Pertanian Kota Kotamobagu, Piter Suli, melakukan kunjungan lapangan ke kebun dan lokasi pembibitan kakao CV Hikmatullah Akbar Mandiri, Founding Mongondow Cocoa Plant (MCP) Millennial Farm, Jumat (23/1/2026).
Kunjungan tersebut berlangsung di Kelurahan Pobundayan dan Desa Bungko, Kecamatan Kotamobagu Selatan, yang dikelola oleh pelaku usaha muda daerah, Akbar Damopolii. Rombongan meninjau langsung kondisi kebun serta proses pembibitan kakao yang dikembangkan secara mandiri oleh generasi muda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rindah Gaib Mokoginta menjelaskan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari hasil studi tiru TP-PKK ke Bali, khususnya saat mengunjungi Jungle Gold, sentra pengolahan cokelat berbahan baku biji kakao organik.
“Dari hasil studi tersebut, kami melihat Kotamobagu memiliki potensi kakao organik yang sangat besar dan tidak kalah dengan daerah lain. Potensi ini perlu dikembangkan secara terarah dan berkelanjutan,” ujar Rindah.
Menurutnya, kunjungan lapangan ini menjadi langkah awal membangun kolaborasi antara pelaku usaha kakao dan petani lokal, terutama dalam aspek budidaya, peningkatan produktivitas, serta kualitas biji kakao.
“Kakao bukan sekadar tanaman, tetapi juga salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat. Permintaan dari luar daerah cukup tinggi, sehingga ini menjadi peluang besar agar kakao Kotamobagu mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa hasil pembahasan awal dengan pemilik kebun akan segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret. Salah satu fokus utama adalah mendorong keterlibatan ibu rumah tangga dalam proses produksi dan pengolahan kakao guna meningkatkan pendapatan keluarga.
“Antusiasme petani kakao sangat tinggi. Ini menjadi modal penting bagi pemerintah untuk hadir melalui pendampingan dan pengelolaan kakao secara berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, pemilik MCP Millennial Farm, Akbar Damopolii, mengapresiasi kunjungan Ketua TP-PKK dan rombongan. Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi motivasi besar bagi petani kakao dan generasi muda untuk terus berinovasi di sektor pertanian.
“Tadi juga dibahas rencana kolaborasi antara TP-PKK dan generasi muda, khususnya dalam program pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga, termasuk pemanfaatan limbah rumah tangga. Program ini akan segera ditindaklanjuti,” ujar Akbar.
Ia menambahkan, kualitas biji kakao asal Kotamobagu telah memenuhi standar dan memiliki daya saing tinggi. Permintaan dari luar daerah, kata dia, menunjukkan ketertarikan besar terhadap kakao dari Kotamobagu dan wilayah Bolaang Mongondow Raya.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, TP-PKK, komunitas, dan generasi muda diharapkan mampu mendorong ibu-ibu rumah tangga lebih produktif melalui kegiatan bernilai ekonomi, seperti pembibitan kakao dan pengolahan pupuk organik,” jelasnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kotamobagu, Piter Suli, menyampaikan apresiasi atas langkah strategis TP-PKK dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan.
“Sudah ada komitmen bersama untuk merancang program khusus pemberdayaan perempuan yang berbasis potensi dan budaya lokal. Ini akan menjadi fokus ke depan,” pungkasnya. (Buds)










