IntaiNews.id KOTAMOBAGU— Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, SH., MH., secara resmi menutup rangkaian kegiatan Kotamobagu Ramadhan Festival (KRF) 2026 melalui Closing Ceremony yang digelar di depan Gedung UDK Kotamobagu, Senin (16/03/2026).
Penutupan festival tahunan yang menjadi agenda religi dan ekonomi kreatif masyarakat tersebut berlangsung meriah dan dipadati ribuan pengunjung dari berbagai wilayah di Kota Kotamobagu dan sekitarnya.
Mewakili Wali Kota Kotamobagu, Rendy hadir didampingi Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu, Ny. Resty A. Mangkat Somba, S.Sos., MH. Kehadiran unsur pimpinan daerah tersebut menjadi simbol dukungan penuh pemerintah terhadap kegiatan berbasis keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Rendy menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia penyelenggara, komunitas kreatif, serta masyarakat yang telah berkontribusi aktif dalam menyukseskan KRF 2026.
“Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya disertai ucapan terima kasih kepada seluruh panitia. Berkat kerja keras dan kolaborasi semua pihak, Kotamobagu Ramadhan Festival tahun 2026 dapat terlaksana dengan sangat baik, tertib, dan penuh makna,” ujar Rendy.
Ia menegaskan bahwa KRF bukan hanya sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi telah berkembang menjadi ruang strategis yang memberikan dampak langsung bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Menurut Rendy, terdapat dua aspek utama yang menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan KRF 2026. Pertama adalah pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang selama pelaksanaan festival menjadi penggerak ekonomi lokal melalui bazar kuliner, produk kreatif, hingga usaha fesyen yang melibatkan pelaku usaha setempat.
“Kita melihat bagaimana UMKM lokal mendapatkan ruang untuk berkembang, meningkatkan pendapatan, sekaligus memperluas jaringan pasar mereka. Ini adalah dampak nyata yang harus terus didorong,” katanya.
Aspek kedua, lanjutnya, adalah penguatan nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah masyarakat. KRF menjadi wadah bagi warga untuk berkumpul, berinteraksi, serta mempererat tali silaturahmi dalam suasana bulan suci Ramadhan.
“Kegiatan ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kebersamaan, memperkuat persaudaraan, serta mempererat tali silaturahmi di antara kita semua sebagai masyarakat Kotamobagu yang religius dan harmonis,” tambahnya.
Selama pelaksanaannya, KRF 2026 diisi dengan beragam kegiatan, mulai dari lomba religi seperti tilawah Al-Qur’an dan adzan, pertunjukan seni Islami, tausiah, hingga bazar UMKM yang menjadi daya tarik utama masyarakat. Selain itu, kegiatan sosial seperti pembagian takjil gratis juga turut mewarnai festival ini.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi pengunjung setiap harinya, terutama pada momen penutupan yang berlangsung semarak dengan penampilan hiburan religi serta pengumuman pemenang berbagai lomba.
Rendy juga berharap agar kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan dikembangkan lebih inovatif di masa mendatang, sehingga mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Saya atas nama pribadi dan jajaran Pemerintah Daerah berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda rutin setiap tahun, dengan inovasi yang lebih baik serta jangkauan yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir dalam acara penutupan tersebut, di antaranya Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kotamobagu Moh. Agung Adati, Lurah Kotobangon, Ketua KPU Kotamobagu, Ketua Panitia KRF 2026, Ketua Kotamobagu Creative Space, para sponsor, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Dengan berakhirnya KRF 2026, Pemerintah Kota Kotamobagu berharap semangat kebersamaan, nilai religius, serta geliat ekonomi masyarakat yang telah terbangun selama bulan Ramadhan dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.***











