KISARAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan dinilai kembali menunjukkan sikap setengah hati dalam penyelesaian kasus penutupan Gang Setia di Kelurahan Tebing Kisaran, Kecamatan Kota Kisaran Barat. Padahal, kasus yang telah berlangsung hampir dua tahun itu terus menuai keresahan warga.
Tembok setinggi sekitar 4,25 meter yang dibangun oleh pihak Yayasan Sekolah Maiteryawira Kisaran disebut-sebut tidak memiliki izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan telah menutup akses warga dari Jalan Imam Bonjol menuju Jalan Pramuka atau sebaliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, alih-alih segera mengeksekusi pembongkaran sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan, Pemkab Asahan justru memberi sinyal akan menunda pelaksanaan pembongkaran tersebut.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Asahan Rianto SH MAP didampingi Plt Kasatpol PP Asahan Budi Limbong, yang menyebut akan melaporkan aspirasi dari pihak yang menolak pembongkaran kepada Bupati Asahan untuk menjadi bahan pertimbangan.
“Kita akan sampaikan aspirasi dari masyarakat dan pihak terkait kepada Bupati untuk dipertimbangkan. Apakah pembongkaran tetap dilaksanakan atau diundur sampai kondisi lebih kondusif,” ujar Rianto.
Warga Bingung dan Kecewa
Pernyataan tersebut sontak membuat warga Gang Setia kebingungan dan kecewa. Mereka menilai langkah Pemkab Asahan yang kembali mempertimbangkan keputusan pembongkaran adalah bentuk ketidaktegasan pemerintah terhadap ketidakadilan yang mereka alami.
“Kami minta Pemkab Asahan tetap melaksanakan pembongkaran tembok tersebut sesuai jadwal sebagaimana surat pemberitahuan dari Satpol PP,” tegas Yusrizal Dahlan, perwakilan warga Gang Setia, Selasa (18/11/2025).
Ia mengacu pada surat Satpol PP Asahan Nomor 300.1.2.1/2775/Satpol PP/XI/2025 tertanggal 14 November 2025, yang menetapkan jadwal pembongkaran tembok dilakukan pada Selasa, 18 November 2025.
Menurut Yusrizal, jika keputusan itu kembali dibatalkan hanya karena tekanan segelintir pihak yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan sengketa tersebut, maka Pemkab Asahan akan kehilangan wibawa dan kepercayaan publik.
“Alangkah naifnya kalau keputusan resmi pemerintah dibatalkan hanya karena penolakan beberapa orang yang bahkan tidak punya sangkut paut dalam persoalan ini,” ujarnya.
Citra Pemkab Dipertaruhkan
Warga menilai, apabila Pemkab Asahan kembali mengurungkan niat untuk menertibkan bangunan bermasalah itu, maka citra pemerintah daerah akan tercoreng sebagai institusi yang tidak tegas dan cenderung berpihak.
Sengketa Gang Setia sendiri telah menjadi perhatian publik di Kisaran sejak hampir dua tahun terakhir. Warga berharap pembongkaran tembok segera dilaksanakan agar akses jalan mereka dapat kembali dibuka.
Penulis : Afrizal Margolang











