Saham DADA Masih Terlelap di Level Gocap, Ribuan Investor Ritel Terjebak

Selasa, 18 November 2025 - 12:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, — Harapan investor saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) tampaknya belum juga membuahkan hasil. Menjelang akhir pekan, Sabtu (15/11/2025), harga saham emiten properti tersebut masih bertahan di posisi terendah — stagnan di level Rp 50 per lembar.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (14/11/2025), saham DADA tercatat tidak mengalami perubahan harga sama sekali. Kondisi ini bukan baru terjadi sehari dua hari, melainkan sudah berlangsung cukup lama.

Selama 30 hari terakhir, saham DADA diketahui telah “terkunci” di level gocap selama 18 hari perdagangan berturut-turut, tanpa ada tanda-tanda pemulihan. Harga terakhir bergerak pada 22 Oktober 2025, sebelum akhirnya membeku di titik dasar perdagangan tersebut.

Fenomena “saham tidur” ini menjadi akhir yang pahit setelah sempat muncul euforia di pertengahan Oktober. Berdasarkan data Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LRPE), ada 55.598 investor ritel baru yang membeli saham DADA sepanjang Oktober.

Diduga, mayoritas dari mereka masuk ke pasar saat harga saham ini sedang digoreng oleh pihak tertentu, hingga sempat menyentuh puncaknya di Rp 240 per lembar pada 10 Oktober 2025. Namun, alih-alih menikmati keuntungan, kini mereka justru terjebak di harga terendah.

Lebih ironis lagi, ketika minat investor ritel melonjak karena efek fear of missing out (FOMO), pemegang saham pengendali DADA, PT Karya Permata Inovasi Indonesia, justru melakukan aksi jual besar-besaran dengan total mencapai sekitar 2,15 miliar lembar saham.

Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa lonjakan harga di awal Oktober merupakan bagian dari pergerakan spekulatif. Kini, ribuan investor ritel yang telanjur membeli saham DADA di harga tinggi harus menunggu tanpa kepastian — sementara sahamnya tertidur nyenyak di level gocap.

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Naik, Ini Rinciannya per 22 Januari 2026
Rupiah Melemah Tembus Rp16.995 per Dolar AS, Ini Cara Sederhana Masyarakat Bantu Perkuat Nilai Tukar
Belum Pasti, BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Masih Ditunggu Para Pekerja
Pemerintah Kucurkan Rp110 Triliun untuk Bansos 2025, Fokus pada Ketepatan Sasaran dan Pembersihan Data Penerima
Harga Emas Antam Naik ke Rp 2,50 Juta per Gram, Galeri24 Tembus Rp 2,52 Juta
Rupiah Melemah di Kurs Pajak 17–23 Desember 2025, Dolar AS Tembus Rp16.675
Harga Emas Terus Menguat Sepanjang Pekan, Antam dan Galeri24 Kompak Naik hingga Rp 54.000 per Gram
Saham DEWA Menguat di Tengah Tekanan IHSG, Naik 10,26 Persen ke Rp 500 per Lembar

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:01

Harga Emas Perhiasan Naik, Ini Rinciannya per 22 Januari 2026

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:53

Rupiah Melemah Tembus Rp16.995 per Dolar AS, Ini Cara Sederhana Masyarakat Bantu Perkuat Nilai Tukar

Jumat, 2 Januari 2026 - 09:30

Belum Pasti, BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Masih Ditunggu Para Pekerja

Jumat, 26 Desember 2025 - 14:43

Pemerintah Kucurkan Rp110 Triliun untuk Bansos 2025, Fokus pada Ketepatan Sasaran dan Pembersihan Data Penerima

Selasa, 23 Desember 2025 - 10:29

Harga Emas Antam Naik ke Rp 2,50 Juta per Gram, Galeri24 Tembus Rp 2,52 Juta

Berita Terbaru