INTAINEWS.id, Pemalang- Indonesia merupakan salah satu negara produsen kopi terbesar di dunia, menempati posisi ketiga setelah Brasil dan Vietnam, dengan kontribusi sekitar 6% dari total produksi kopi global. Selain itu, Indonesia juga menjadi pengekspor kopi terbesar keempat dunia, menyumbang sekitar 11% dari pangsa pasar ekspor kopi internasional.
Posisi strategis sebagai negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam menjadikan Indonesia sebagai pusat penting dalam sejarah perdagangan komoditas dunia, termasuk kopi.
Salah satu daerah penghasil kopi di Kabupaten Pemalang adalah Kecamatan Pulosari, yang terletak di ketinggian 914 mdpl. Desa Pulosari, yang berada di kecamatan ini, memiliki lokasi ideal untuk budidaya kopi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada tahun 2016, desa ini tercatat memproduksi sekitar 150.000 kg kopi dalam setahun. Berdasarkan data Statistik Perkebunan tahun 2018–2020, pengembangan komoditas kopi di wilayah tersebut meliputi:
Camat Pulosari Agus Mulyadi,ketika ditemui di ruang kerjanya pada Jum’at ( 7/11 ) mengatakan, Jika budaya menikmati minuman kopi merupakan tradisi turun temurun antar Generasi di kecamatan yang berada di lereng Gunung Slamet ini,
“Di wilayah Kecamatan Pulosari menjamur kedai kopi maupun kafe yang menyuguhkan kopi produk asli Pulosari,” Ungkap Agus.
Dengan semakin maraknya trend kopi baik mentah ataupun sudah bentuk minuman, Daerah dengan udara sejuk di Pemalang selatan inipun warga Masyarakatnya banyak membuka usaha kedai atau warung kopi,
“Saat ini ada sekitar 18 merek kopi asli Pulosari yang digemari tidak hanya di level lokal namun sudah ke luar negeri. Kopi Robusta milik Heri Bheger misalnya, Merek ini sudah dibawa ke Jepang oleh penggemar kopi dari negara Sakura itu
Untuk mencukupi kebutuhan permintaan pasar, petani terus melakukan ekstentifikasi lahan untuk penanaman kopi baik jenis arabika maupun robusta. Hal ini tentu merupakan potensi ekonomi yg luar biasa khususnya UMKM di Kecamatan Pulosari,” tambahnya.
Terpisah, Ari Nugroho ( 30 ) Seorang penikmat minuman kopi menuturkan, jika produksi kopi Pulosari kwalitasnya tidak kalah bagus dengan daerah produsen kopi di Indonesia,
” Cukup lumayan rasa kopi produksi Pulosari, tinggal cara menyeduhnya,” ujarnya singkat.
Kecamatan Pulosari dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya saja,tetapi juga karena kontribusinya dalam sektor pertanian, khususnya kopi,bukan hanya sekadar rutinitas menikmati minuman kaya akan Kafein ini, melainkan bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Tradisi minum kopi sudah menjadi kebiasaan turun-temurun, yang tidak hanya dilakukan untuk menikmati rasa, tetapi juga mempererat hubungan sosial.( Ragil).
Penulis : Ragil










